JAKARTA – Salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan program Desa BISA Ekspor, PT Imago Randau Harmoni (Imago Honey), sukses mengepakkan sayap ke pasar internasional.
Perusahaan yang bergerak di produk perlebahan ini berhasil mendapatkan penawaran resmi untuk memasok produk madu andalannya ke jaringan ritel internasional terkemuka, Lulu Hypermarket, di Arab Saudi.
PT Imago Randau Harmoni sendiri merupakan off-taker dari program Desa BISA Ekspor yang berada di bawah binaan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek).
Melalui fasilitasi kegiatan temu bisnis (business matching), program ini dinilai sukses membantu peningkatan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta mempertemukan langsung para pelaku usaha lokal pedesaan dengan calon pembeli potensial berskala global.
Dari penjajakan kerja sama ini, potensi nilai transaksi perdagangan yang teridentifikasi sukses menyentuh angka USD 94.500 atau setara dengan Rp1,6 miliar.
Produk utama yang berhasil menarik minat pasar Timur Tengah adalah Imago Itox Honey Neo, inovasi produk madu yang memadukan khasiat madu alami dengan sentuhan rempah-rempah khas Nusantara.
Selain keunikan rasa dan kualitas yang dinilai berdaya saing tinggi, kesiapan ekspor produk ini juga didukung oleh kepemilikan berbagai sertifikasi mutu krusial seperti HACCP, BPOM, Halal Indonesia, SNI, hingga Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
Minat besar dari Arab Saudi ini menjadi bukti nyata bahwa produk berbasis potensi desa Indonesia memiliki peluang komersial yang menjanjikan di pasar global sepanjang didukung dengan standar mutu, legalitas yang lengkap, serta pendampingan program ekspor yang tepat.
Berdasarkan data perdagangan sekilas antara Indonesia dan Arab Saudi, total nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2025 tercatat mencapai USD 6,53 miliar. Sementara itu, untuk periode berjalan Januari hingga April 2026, total perdagangan bilateral telah mengantongi nilai sebesar USD 1,59 miliar.
Komoditas ekspor nonmigas terbesar Indonesia ke Arab Saudi sejauh ini masih didominasi oleh produk lemak dan minyak hewani/nabati, kendaraan beserta komponennya, kapal laut, kayu dan barang dari kayu, serta aneka produk makanan olahan.
Masuknya komoditas madu rempah premium ini diharapkan kian memperkaya diversifikasi lini produk makanan olahan Indonesia yang bersaing di kawasan Timur Tengah. (swd)