Keboncinta.com-- Orang tua mungkin pernah merasa jengkel ketika anak kembali menanyakan sesuatu yang baru saja disampaikan atau lupa menjalankan instruksi sederhana. Kondisi seperti ini cukup sering terjadi dan tidak selalu berarti anak sengaja mengabaikan perkataan orang tua.
Kemampuan mengingat berkaitan erat dengan cara kerja sistem memori di dalam otak. Pada masa pertumbuhan, kemampuan tersebut masih berkembang sehingga anak membutuhkan latihan dan cara penyampaian informasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Secara umum, manusia memiliki sistem penyimpanan informasi yang melibatkan memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam membantu seseorang mengingat berbagai informasi.
Memori jangka pendek bekerja dengan cepat ketika menerima informasi baru, tetapi ruang penyimpanannya terbatas. Informasi yang masuk ke bagian ini juga dapat mudah hilang apabila tidak mendapatkan pengulangan atau perhatian yang cukup.
Sementara itu, memori jangka panjang memiliki kemampuan menyimpan informasi dalam jumlah jauh lebih besar dan dapat mempertahankannya dalam waktu yang lama. Agar informasi dapat tersimpan dengan lebih kuat, otak membutuhkan proses pengulangan dan pengenalan secara berkala.
Selain kedua jenis memori tersebut, ada pula memori kerja yang berperan ketika seseorang harus menyimpan sekaligus menggunakan informasi dalam sebuah aktivitas.
Baca Juga: Cara Melatih Kesabaran Anak agar Tidak Impulsif dan Lebih Mampu Mengendalikan Diri
Memori kerja memungkinkan anak menyimpan informasi untuk sementara sambil menggunakannya dalam menyelesaikan suatu tugas. Misalnya, ketika orang tua memberikan beberapa arahan yang harus dilakukan secara berurutan.
Namun, kapasitas memori kerja anak masih terbatas. Ketika terlalu banyak informasi masuk dalam waktu bersamaan, otak dapat mengalami kelebihan beban. Akibatnya, sebagian informasi yang sebelumnya tersimpan bisa hilang atau terlupakan.
Karena itu, anak yang lupa melakukan instruksi tidak selalu berarti tidak memperhatikan. Bisa saja jumlah informasi yang diterimanya terlalu banyak untuk diproses sekaligus.
Usia sekolah, khususnya sekitar 6 hingga 12 tahun, menjadi periode yang baik untuk membantu anak mengembangkan kemampuan memori kerja melalui berbagai kegiatan sehari-hari.
Orang tua tidak harus selalu menyampaikan perintah dengan cara yang sama. Jika anak kesulitan mengingat instruksi secara lisan, gunakan penjelasan dengan kata-kata yang lebih sederhana disertai gerakan atau contoh.
Perpaduan antara suara, ekspresi, dan gestur dapat membantu anak memperoleh lebih banyak petunjuk untuk mengingat informasi yang diberikan.
Memberikan banyak instruksi sekaligus dapat membuat anak kewalahan. Karena itu, cobalah membagi tugas menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana.
Daripada memberikan banyak perintah dalam satu waktu, berikan satu atau dua langkah terlebih dahulu. Setelah selesai, barulah lanjutkan ke instruksi berikutnya.
Cara tersebut membuat informasi lebih mudah diproses dan mengurangi kemungkinan anak lupa di tengah kegiatan.
Baca Juga: Cara Melatih Konsentrasi Anak Sejak Dini agar Lebih Fokus Belajar, Orang Tua Harus Tahu!
Informasi tidak selalu harus disampaikan melalui kata-kata. Orang tua dapat menggunakan gambar, diagram sederhana, tulisan, atau benda yang berkaitan langsung dengan tugas anak.
Misalnya, ketika mengajarkan anak merapikan kamar, orang tua dapat menunjukkan secara langsung tempat menyimpan buku, pakaian, dan mainan.
Petunjuk visual dapat membantu anak menghubungkan informasi dengan sesuatu yang dapat mereka lihat sehingga lebih mudah diingat.
Anak akan lebih mudah memahami instruksi jika mereka mendapatkan kesempatan untuk mencobanya sendiri. Setelah memberikan arahan, orang tua dapat meminta anak mempraktikkan langkah yang telah dijelaskan.
Kegiatan simulasi atau bermain peran juga dapat digunakan untuk situasi tertentu. Dengan terlibat langsung, anak tidak hanya mendengar informasi, tetapi juga mengalami prosesnya.
Pengalaman tersebut dapat membantu memperkuat ingatan dan membuat anak lebih memahami apa yang harus dilakukan.
Jangan hanya memperhatikan ketika anak lupa. Berikan penghargaan ketika mereka berhasil mengingat atau menjalankan instruksi dengan benar.
Pujian sederhana dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus mendorong anak untuk terus berusaha. Orang tua juga dapat memberikan apresiasi terhadap kemajuan kecil, misalnya ketika anak yang sebelumnya hanya mampu mengingat satu langkah mulai bisa mengikuti beberapa tahapan.
Pada akhirnya, kemampuan mengingat pada anak berkembang secara bertahap. Orang tua tidak perlu langsung menganggap anak malas atau tidak memperhatikan ketika mereka lupa terhadap sebuah instruksi.
Baca Juga: Cara Mengajarkan Anak Bertanggung Jawab agar Tidak Suka Ngeles Saat Salah
Dengan memberikan arahan yang sederhana, mengulang informasi, menggunakan bantuan visual, serta memberi kesempatan anak untuk mempraktikkannya, kemampuan memori kerja dapat terus dilatih.
Pendekatan yang sabar dan konsisten akan membantu anak semakin terampil dalam menerima, menyimpan, dan menggunakan informasi dalam aktivitas sehari-hari.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir