Keboncinta.com-- Puisi merupakan karya sastra yang kaya akan makna. Keindahannya tidak hanya terletak pada pilihan kata, tetapi juga pada penggunaan majas atau gaya bahasa yang mampu memperdalam emosi pembaca. Dalam puisi “Rumah Tanpa Suara Ibu” karya Vini Dwi Jayati, majas digunakan untuk menggambarkan kehilangan sosok ibu dengan cara yang sederhana namun menyentuh.
Berikut puisi yang akan dianalisis:
Rumah Tanpa Suara Ibu
Karya Vini Dwi Jayati
Rumah ini masih berdiri
dindingnya tak retak, atapnya tak runtuh
namun sunyi menetap di setiap sudut
sejak suara ibu tak lagi memanggilku
Saat tubuhku jatuh sakit
aku menunggu tangan hangat itu
namun yang datang hanya malam
dan tangis yang kupeluk sendiri
Rumah ini bukan lagi tempat pulang
ia hanya bangunan tanpa nyawa
karena rumah yang sesungguhnya
telah pergi bersama ibu
Analisis Majas dalam Puisi
1. Majas Personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat manusia kepada benda mati atau hal abstrak.
Contoh dalam puisi:
a. “sunyi menetap di setiap sudut”
Kata sunyi digambarkan seolah-olah dapat “menetap” seperti manusia yang tinggal di suatu tempat. Ini memperkuat suasana kehilangan dan kesepian.
b. “malam” yang datang menggantikan tangan ibu
Malam digambarkan seperti sesuatu yang hadir secara aktif, menegaskan rasa sepi dan dingin yang dirasakan penyair.
2. Majas Metafora adalah perbandingan langsung tanpa menggunakan kata pembanding seperti seperti atau bagai.
Contoh:
a. “Rumah ini bukan lagi tempat pulang”
Rumah dalam bait ini tidak hanya dimaknai sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai simbol kasih sayang dan kehangatan ibu.
b. “ia hanya bangunan tanpa nyawa”
Rumah diibaratkan sebagai makhluk hidup yang memiliki nyawa. Ketika ibu tiada, rumah kehilangan “jiwanya”. Ini menunjukkan bahwa ibu adalah pusat kehidupan dalam keluarga.
c. “rumah yang sesungguhnya telah pergi bersama ibu”
Rumah dimaknai sebagai sosok ibu itu sendiri. Ini merupakan metafora yang sangat kuat, bahwa keberadaan ibu adalah makna sejati dari sebuah rumah.
3. Majas Hiperbola adalah gaya bahasa yang melebih-lebihkan untuk memperkuat kesan.
Contoh:
a. “tangis yang kupeluk sendiri”
Tangis digambarkan seolah-olah bisa dipeluk. Ungkapan ini melebih-lebihkan perasaan kesedihan agar pembaca dapat merasakan kesepian yang mendalam.
4. Majas Simbolik Puisi ini juga sarat dengan simbol.
a. Rumah → simbol kehangatan, perlindungan, dan kasih sayang.
b. Suara ibu → simbol perhatian dan cinta.
c. Malam → simbol kesunyian dan kesedihan.
Simbol-simbol tersebut membuat puisi terasa lebih dalam dan tidak hanya dimaknai secara harfiah.
Puisi “Rumah Tanpa Suara Ibu” karya Vini Dwi Jayati menggunakan berbagai majas seperti personifikasi, metafora, hiperbola, dan simbolik untuk memperkuat tema kehilangan. Melalui gaya bahasa yang sederhana namun emosional, penyair berhasil menghadirkan suasana sepi dan rindu yang begitu mendalam.
Puisi ini mengajarkan bahwa rumah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat di mana kasih sayang tumbuh. Ketika sosok ibu tiada, rumah kehilangan makna terdalamnya.