Keboncinta.com – Jakarta. Badan Kepegawaian Negara atau BKN membuka seleksi sekolah kedinasan tahun 2026. Pendaftaran berlangsung pada 18 hingga 30 Agustus 2026 melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara atau SSCASN.
Seleksi ini menyediakan total 4.770 formasi pada sembilan kementerian dan lembaga. Pembukaan tersebut menjadi salah satu informasi yang banyak dicari calon peserta yang ingin menempuh pendidikan kedinasan dan mempersiapkan karier di lingkungan aparatur negara.
BKN menetapkan jadwal seleksi melalui Surat Kepala BKN Nomor 5249/B-KS.04.01/SD/K/2026 tertanggal 12 Agustus 2026.
Calon peserta perlu memahami bahwa sekolah kedinasan berbeda dengan pembukaan CPNS umum. Seleksi ini merupakan penerimaan mahasiswa, praja, atau taruna pada institusi pendidikan kedinasan. Ketentuan penempatan setelah lulus tetap mengikuti aturan masing-masing instansi penyelenggara.
Sembilan instansi penyelenggara sekolah kedinasan 2026 meliputi Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Badan Pusat Statistik, Badan Intelijen Negara, Badan Siber dan Sandi Negara, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Berdasarkan informasi BKN, formasi tersebut mencakup:
IPDN Kementerian Dalam Negeri: 1.410 formasi
PKN STAN Kementerian Keuangan: 1.000 formasi
Sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan: 891 formasi
Politeknik Statistika STIS BPS: 564 formasi
Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan: 375 formasi
Politeknik Pengayoman Indonesia Kementerian Hukum: 250 formasi
STMKG BMKG: 130 formasi
STIN BIN: 100 formasi
Politeknik Siber dan Sandi Negara BSSN: 50 formasi
Peminat harus memilih sekolah dan instansi yang sesuai dengan minat, kemampuan, serta persyaratan yang ditentukan. Setiap sekolah kedinasan memiliki ketentuan berbeda, termasuk batas usia, latar belakang pendidikan, nilai akademik, kondisi kesehatan, dan tahapan seleksi lanjutan.
Pendaftaran dan seleksi administrasi berlangsung dari 18 Agustus hingga 1 September 2026. Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 2 hingga 3 September 2026.
Peserta yang tidak lolos administrasi memiliki kesempatan mengajukan sanggah pada 4 hingga 5 September 2026. Hasil pasca-sanggah dijadwalkan keluar pada 7 hingga 8 September 2026.
Tahap Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test BKN dijadwalkan berlangsung pada 22 September sampai 7 Oktober 2026. Pengumuman hasil SKD dilakukan secara bertahap pada 1 hingga 13 Oktober 2026.
Peserta yang lolos SKD kemudian akan mengikuti seleksi lanjutan sesuai aturan instansi tujuan. Pengumuman kelulusan akhir dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober hingga 1 November 2026.
BKN mengingatkan calon peserta agar hanya memantau informasi melalui kanal resmi. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui SSCASN BKN, bukan melalui tautan yang beredar di grup WhatsApp, media sosial, atau akun tidak resmi.
Calon peserta juga harus berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Seleksi kedinasan menggunakan tahapan dan sistem penilaian resmi. Tidak ada pihak yang dapat menjamin seseorang lulus.
Sebelum mendaftar, peserta sebaiknya membaca pengumuman dari instansi yang dipilih secara lengkap. Periksa dokumen yang dibutuhkan, ketentuan nilai, persyaratan kesehatan, lokasi seleksi, serta jadwal pembayaran PNBP apabila diberlakukan.
Persiapan tidak cukup hanya dengan belajar soal SKD. Peserta juga perlu memastikan dokumen identitas, ijazah, nilai rapor, dan berkas lain sesuai ketentuan agar tidak gugur pada tahap administrasi.
Dengan waktu pendaftaran yang masih berlangsung hingga 30 Agustus 2026, calon peserta diharapkan tidak menunggu hingga batas akhir. Mendaftar lebih awal memberi waktu untuk memeriksa data dan mengatasi kendala teknis apabila terjadi masalah pada akun atau unggahan dokumen.