Berita
Hilmi An Naufal

Kemenag Dompu Dorong Guru PAI Kuasai Teknologi dan Administrasi Digital

Kemenag Dompu Dorong Guru PAI Kuasai Teknologi dan Administrasi Digital

25 Agustus 2026 | 10:36

Keboncinta.com – Dompu. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mendorong guru Pendidikan Agama Islam meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi dalam pembelajaran dan administrasi pendidikan.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu Najamuddin ketika membuka kegiatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam atau KKG PAI di SDN 19 Dompu, Senin, 24 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti guru PAI dari Kecamatan Dompu dan Kecamatan Woja. Selain penguatan kompetensi guru, acara juga dirangkaikan dengan sosialisasi program pendidikan magister atau S2 bagi tenaga pendidik.

Najamuddin menilai tantangan guru PAI saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi keagamaan. Guru juga perlu mampu menggunakan aplikasi daring dan sistem administrasi pendidikan berbasis digital.

Ketergantungan kepada Operator Perlu Dikurangi

Salah satu persoalan yang disoroti adalah masih banyaknya guru yang bergantung kepada operator untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi digital.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan hambatan karena satu operator harus membantu banyak guru dalam waktu bersamaan. Padahal, beberapa data dan dokumen memerlukan pemeriksaan langsung dari guru bersangkutan.

Kemenag Dompu mendorong guru PAI mempelajari penggunaan aplikasi seperti SIAGA. Sistem tersebut digunakan dalam pengelolaan berbagai data administrasi guru Pendidikan Agama Islam.

Kemampuan mengoperasikan aplikasi bukan berarti seluruh tanggung jawab teknis dibebankan kepada guru. Sekolah dan pemerintah tetap perlu menyediakan pendampingan, perangkat, jaringan internet, serta layanan bantuan ketika terjadi kendala.

Namun, pemahaman dasar akan membantu guru memeriksa data pribadi, status administrasi, riwayat tugas, dan dokumen yang berkaitan dengan profesinya.

Kesalahan pada data digital berpotensi menghambat berbagai layanan. Karena itu, guru perlu melakukan pemeriksaan secara berkala dan tidak menyerahkan seluruh proses kepada orang lain tanpa verifikasi.

Teknologi Harus Mendukung Pembelajaran

Penguasaan teknologi tidak hanya diperlukan untuk mengisi data. Guru juga dapat memanfaatkannya dalam membuat bahan ajar, mengakses sumber pembelajaran, menyiapkan evaluasi, dan berkomunikasi dengan peserta didik.

Dalam pelajaran PAI, teknologi dapat digunakan untuk menampilkan materi interaktif, video pembelajaran, peta sejarah Islam, latihan membaca, serta sumber rujukan digital yang telah diperiksa keabsahannya.

Guru tetap memegang peran utama dalam memilih materi. Informasi keagamaan dari internet harus diverifikasi agar sesuai dengan sumber yang dapat dipercaya dan tidak memuat pemahaman yang keliru.

Penggunaan teknologi juga perlu mempertimbangkan kondisi murid. Tidak semua peserta didik mempunyai perangkat dan akses internet yang sama. Pembelajaran digital sebaiknya tidak menciptakan kesenjangan baru di kelas.

KKG Menjadi Tempat Berbagi Pengalaman

Ketua KKG PAI Mukmin mengatakan kelompok kerja guru menjadi ruang bagi para pendidik untuk berbagi pengalaman dan meningkatkan kapasitas.

Melalui forum tersebut, guru dapat mendiskusikan kendala pembelajaran, administrasi, penyusunan program, serta penggunaan teknologi. Permasalahan yang dialami satu guru mungkin juga terjadi di sekolah lain sehingga dapat dicari solusinya bersama.

KKG juga dapat digunakan untuk mengembangkan materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan lokal, membahas perubahan kebijakan, serta merencanakan pelatihan lanjutan.

Kemenag Dompu turut mendorong guru terbuka menerima tanggung jawab tambahan sesuai kemampuan dan kompetensinya. Kesediaan mengembangkan diri dinilai menjadi bagian dari profesionalisme tenaga pendidik.

Kompetensi Pedagogik Tetap Utama

Di tengah tuntutan digitalisasi, kemampuan pedagogik tetap menjadi dasar pekerjaan guru. Teknologi hanya akan bermanfaat jika digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang jelas.

Guru perlu memahami karakter murid, menyusun program pembelajaran, memilih metode, melakukan evaluasi, serta memberikan pendampingan yang sesuai.

Pelatihan teknologi sebaiknya tidak berhenti pada cara mengoperasikan aplikasi. Guru juga perlu dibimbing untuk menghubungkan teknologi dengan praktik pembelajaran yang aman, efektif, dan bermakna.

Langkah Kemenag Dompu memperkuat kemampuan digital guru PAI menunjukkan bahwa perubahan administrasi dan pembelajaran menuntut kesiapan tenaga pendidik. Dukungan berkelanjutan diperlukan agar teknologi benar-benar mempermudah pekerjaan guru dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna