Teknologi
Rahman Abdullah

Cara Cek Kondisi Ban Mobil agar Tetap Aman Saat Berkendara, Jangan Sampai Terlambat

Cara Cek Kondisi Ban Mobil agar Tetap Aman Saat Berkendara, Jangan Sampai Terlambat

03 Agustus 2026 | 19:06

Keboncinta.com-- Ban merupakan satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Karena itu, kondisinya sangat menentukan kenyamanan, kestabilan, dan keselamatan saat berkendara. Sayangnya, masih banyak pengemudi yang hanya memperhatikan ban ketika sudah mengalami kebocoran atau kerusakan serius.

Padahal, pemeriksaan ban secara rutin dapat membantu mendeteksi berbagai masalah sejak dini dan mengurangi risiko kecelakaan. Dengan mengetahui tanda-tanda ban yang masih layak digunakan maupun yang harus segera diganti, Anda dapat menjaga performa kendaraan sekaligus meningkatkan keselamatan selama perjalanan.

Baca Juga: Jangan Khawatir Kontrak Berakhir, PPPK Paruh Waktu Masih Berkesempatan Melanjutkan Pengabdian

1. Periksa Kedalaman Alur Ban

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah ketebalan alur ban.

Alur ban berfungsi membuang air saat kendaraan melaju di jalan basah sehingga daya cengkeram tetap optimal. Jika alur sudah terlalu tipis, risiko tergelincir atau aquaplaning akan meningkat.

Gunakan alat pengukur kedalaman alur ban atau indikator keausan yang tersedia pada ban untuk memastikan ketebalannya masih sesuai dengan standar keselamatan. Bila alur sudah mendekati batas minimum, sebaiknya segera lakukan penggantian ban.

2. Pastikan Tekanan Angin Sesuai Standar

Tekanan udara memiliki pengaruh besar terhadap performa ban.

Ban yang kekurangan tekanan angin akan lebih cepat aus, meningkatkan konsumsi bahan bakar, dan mengurangi kestabilan kendaraan. Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi dapat membuat ban lebih keras serta mengurangi daya cengkeram.

Periksa tekanan angin secara berkala menggunakan alat pengukur tekanan dan sesuaikan dengan rekomendasi yang tercantum pada kendaraan atau buku manual.

Baca Juga: Kemendikdasmen Siapkan Fasilitator Pendidikan Inklusif untuk Wujudkan Layanan Belajar yang Setara

3. Amati Kondisi Fisik Ban

Selain memeriksa tekanan udara, lakukan pemeriksaan visual terhadap seluruh permukaan ban.

Perhatikan apakah terdapat retakan, sobekan, atau benda asing yang menancap pada ban. Kerusakan seperti ini dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius apabila tetap digunakan.

Jika ditemukan benjolan pada dinding ban, segera lakukan penggantian karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya kerusakan pada struktur bagian dalam ban yang berpotensi menyebabkan ban pecah.

4. Cek Pola Keausan Ban

Keausan ban yang tidak merata sering menjadi indikasi adanya gangguan pada kendaraan.

Misalnya, bagian tengah ban yang lebih cepat aus dapat menunjukkan tekanan angin terlalu tinggi. Sebaliknya, keausan pada sisi luar atau dalam ban dapat berkaitan dengan masalah spooring, balancing, atau sistem suspensi.

Apabila menemukan pola keausan yang tidak normal, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan di bengkel agar penyebabnya dapat diketahui dan diperbaiki.

Baca Juga: Kenaikan Tukin Tahun 2026 Resmi Berlaku Namun Tidak Berlaku untuk Seluruh Pegawai Negeri Sipil

5. Perhatikan Usia Ban

Ban memiliki masa pakai meskipun jarang digunakan.

Seiring bertambahnya usia, material karet akan mengalami penurunan kualitas sehingga daya cengkeram dan elastisitasnya berkurang.

Secara umum, ban mobil disarankan untuk diganti setelah digunakan sekitar lima hingga tujuh tahun, tergantung kondisi pemakaian, penyimpanan, dan rekomendasi dari pabrikan.

Jangan hanya mengandalkan tampilan luar ban, tetapi periksa juga kode produksi yang tertera pada dinding ban untuk mengetahui usianya.

6. Lakukan Rotasi Ban Secara Berkala

Rotasi ban merupakan langkah sederhana yang sering diabaikan, padahal manfaatnya cukup besar.

Dengan memindahkan posisi ban secara berkala, tingkat keausan menjadi lebih merata sehingga umur pakai ban dapat lebih panjang dan performa kendaraan tetap terjaga.

Rotasi ban umumnya dilakukan setiap 10.000 hingga 12.000 kilometer atau mengikuti jadwal perawatan yang direkomendasikan oleh produsen kendaraan.

Baca Juga: Bukan Cuma Baterai! Ini Komponen HP yang Sering Rusak dan Cara Mencegahnya

Mengapa Pemeriksaan Ban Tidak Boleh Diabaikan?

Ban yang berada dalam kondisi baik memberikan banyak manfaat, mulai dari meningkatkan kenyamanan berkendara, menjaga efisiensi bahan bakar, hingga mengurangi risiko kecelakaan akibat kehilangan kendali.

Sebaliknya, ban yang sudah aus atau mengalami kerusakan dapat memperpanjang jarak pengereman, menurunkan stabilitas kendaraan, bahkan berpotensi pecah ketika melaju dalam kecepatan tinggi.

Karena itu, pemeriksaan rutin sebaiknya menjadi bagian dari perawatan kendaraan yang dilakukan secara berkala.

Memastikan ban mobil tetap dalam kondisi prima merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan selama berkendara. Pemeriksaan terhadap kedalaman alur, tekanan angin, kondisi fisik, pola keausan, usia ban, hingga rotasi secara berkala dapat membantu mendeteksi masalah sebelum menjadi lebih serius.

Dengan melakukan perawatan sederhana namun konsisten, ban akan memiliki umur pakai yang lebih panjang, performa kendaraan tetap optimal, dan perjalanan menjadi lebih aman serta nyaman di berbagai kondisi jalan.***

Tags:
teknologi Edukasi Otomotif Teknologi Otomotif

Komentar Pengguna