keboncinta.com-- Pernahkah Anda merasa cemas tanpa alasan yang jelas, sulit tidur di malam hari meski tubuh sangat lelah, atau mengalami peningkatan berat badan tiba-tiba di area perut? Bisa jadi, kadar kortisol di tubuh Anda sedang tinggi.
Kortisol sering disebut sebagai “hormon stres”. Sebenarnya, hormon ini tidak jahat. Tubuh memproduksi kortisol melalui kelenjar adrenal untuk membantu kita bangun di pagi hari dan merespons bahaya ( fight or flight ). Namun, masalah muncul ketika kita mengalami stres kronis—seperti tekanan pekerjaan atau masalah finansial—yang membuat "alarm" kortisol ini menyala terus-menerus tanpa henti.
Kadar kortisol yang tinggi secara berkepanjangan dapat memicu peradangan, tekanan darah tinggi, hingga diabetes. Kabar baiknya, Anda bisa menyeimbangkannya kembali secara alami tanpa ketergantungan obat. Berikut adalah caranya:
Perbaiki Pola Tidur (Tidur Cukup dan Berkualitas)
Tidur adalah cara alami tubuh untuk mengatur ulang hormon. Kurang tidur atau jadwal tidur yang berantakan akan mengirimkan sinyal stres ke tubuh, yang memicu terganggunya kortisol keesokan harinya. Tips: Usahakan tidur 7–8 jam setiap malam. Matikan layar gadget satu jam sebelum tidur untuk menghindari paparan sinar biru yang mengganggu produksi melatonin (hormon tidur).
Batasi Kafein dan Gula Tambahan
Kopi mungkin membantu Anda terjaga, tetapi kafein juga meningkatkan sekresi kortisol, terutama jika dikonsumsi saat stres atau di sore hari. Begitu juga dengan gula; Terjadinya gula darah yang drastis akan diikuti oleh penurunan tajam (crash), yang memicu tubuh mengeluarkan kortisol sebagai respon darurat. Tips: Ganti kopi sore Anda dengan teh hijau (yang mengandung L-theanine untuk relaksasi) atau teh herbal seperti chamomile . Konsumsi makanan utuh (makanan utuh) yang kaya serat.
Bergerak, Tapi Jangan Berlebihan (Overtraining)
Olahraga sangat baik untuk menghilangkan stres. Namun, olahraga dengan intensitas yang sangat tinggi ( High Intensity Interval Training atau lari maraton) tanpa istirahat yang cukup justru dianggap sebagai stres fisik oleh tubuh, yang malah meningkatkan kortisol. Tips: Lakukan olahraga intensitas rendah hingga sedang seperti jalan cepat, berenang, atau yoga. Yoga terbukti sangat efektif menurukan kortisol karena menggabungkan gerakan fisik dengan fokus pernapasan.
Terhubung dengan Alam dan Orang Terkasih
Isolasi diri dapat meredakan stres. Berinteraksi dengan teman, keluarga, atau hewan peliharaan dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang bekerja berlawanan dengan kortisol. Tips: Luangkan waktu 15–20 menit untuk berjalan di taman atau ruang terbuka hijau. Studi menunjukkan bahwa berada di alam (pemandian hutan) secara signifikan menurunkan kadar hormon stres.
Kesimpulan
Menurunkan kortisol bukan tentang menghilangkan stres sepenuhnya—itu tidak mungkin—tetapi tentang melatih tubuh untuk kembali rileks setelah stres terjadi. Mulailah dengan satu perubahan kecil hari ini, seperti tidur lebih awal atau mengurangi satu cangkir kopi, demi kesehatan jangka panjang Anda.