Keboncinta.com-- Perubahan data guru yang sudah diperbarui di Dapodik kerap belum langsung terlihat di Info GTK.
Kondisi ini sering memicu kebingungan bahkan kecemasan di kalangan pendidik, terutama ketika status di Dapodik sudah dinyatakan valid atau “hijau”, namun di laman Info GTK masih menampilkan data lama.
Padahal, situasi tersebut bukanlah kesalahan sistem atau gangguan teknis. Di balik proses sinkronisasi, terdapat mekanisme validasi berlapis yang harus dilalui sebelum data benar-benar diperbarui secara nasional.
Sistem ini dirancang untuk menjaga akurasi, konsistensi, serta kepatuhan terhadap regulasi penyaluran tunjangan profesi guru.
Baca Juga: ASN Bisa Kerja dari Mana Saja Maret 2026, KemenPANRB Atur Skema Fleksibel Lewat SE Terbaru
Artikel ini akan mengulas secara lengkap bagaimana mekanisme validasi Dapodik dan Info GTK bekerja, termasuk jadwal penting yang wajib dipahami guru dan operator sekolah.
Banyak guru merasa heran ketika data yang sudah diperbaiki dan disinkronkan tidak segera tercermin di Info GTK.
Hal ini terjadi karena Info GTK tidak membaca data secara real time. Sistem bekerja dengan pola siklus bulanan yang ketat dan terjadwal.
Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) GTK mengelola jutaan data guru dari seluruh Indonesia.
Untuk memastikan seluruh informasi valid dan tidak terjadi duplikasi, sistem menerapkan mekanisme cut-off atau batas waktu penguncian data setiap bulan.
Tanggal 15 menjadi garis batas absolut. Semua perubahan data—baik terkait identitas, beban mengajar, riwayat pendidikan, maupun status kepegawaian—harus sudah disinkronkan sebelum tengah malam tanggal tersebut.
Jika perbaikan dilakukan setelahnya, maka data otomatis masuk ke periode validasi bulan berikutnya.
Agar tidak terjadi kesalahpahaman, penting bagi guru dan operator sekolah memahami alur kerja sistem setiap bulannya.
Pada tanggal 1 hingga 10, merupakan waktu ideal untuk melakukan audit data secara menyeluruh.
Guru disarankan mengecek detail identitas, jam mengajar, penugasan, hingga kelengkapan riwayat pendidikan. Periode ini menjadi kesempatan terbaik untuk mendeteksi potensi kesalahan sejak awal.
Memasuki tanggal 11 sampai 14, fase sinkronisasi akhir berlangsung. Semua perbaikan harus segera dikirim ke sistem pusat.
Disiplin waktu sangat penting karena mendekati batas akhir biasanya terjadi peningkatan trafik server yang berpotensi memperlambat proses.
Tanggal 15 menjadi titik krusial. Tepat pukul 00.00, sistem akan mengunci data sebagai snapshot resmi bulan berjalan. Data inilah yang akan digunakan sebagai dasar validasi tunjangan.
Selanjutnya, tanggal 16 hingga 19 dikenal sebagai periode pengolahan terpusat atau sering disebut masa “black box”.
Pada fase ini, sistem melakukan rekonsiliasi dan verifikasi massal. Perubahan apa pun yang dilakukan pada rentang waktu ini tidak akan memengaruhi tampilan Info GTK untuk bulan berjalan.
Baru pada tanggal 20, status hasil validasi diterbitkan. Di sinilah rekomendasi SKTP atau keterangan “Siap Bayar” muncul berdasarkan data yang telah dikunci sebelumnya. Proses ini sepenuhnya berjalan otomatis tanpa intervensi manual.
Hal yang perlu dipahami, tidak tersedia mekanisme percepatan atau validasi tambahan di luar siklus yang sudah ditetapkan. Jika batas waktu terlewat, satu-satunya solusi adalah menunggu siklus berikutnya.
Karena itu, ketidaksesuaian antara Dapodik dan Info GTK bukanlah kesalahan individu, melainkan konsekuensi dari sistem validasi nasional yang dirancang ketat untuk menjaga integritas data pendidikan.***