keboncinta.com-- Belakangan ini istilah cortisol face ramai dibicarakan di media sosial. Banyak yang mengaitkannya dengan wajah tampak bengkak, kusam, hingga terlihat lebih tua akibat stres berkepanjangan. Tapi, apakah ini sekadar tren istilah atau memang ada penjelasan medis di baliknya?
Cortisol adalah hormon yang dilepaskan tubuh saat kita mengalami stres. Dalam kadar normal, hormon ini berperan penting dalam mengatur metabolisme, tekanan darah, dan respons peradangan. Masalah muncul ketika stres berlangsung lama sehingga kadar kortisol terus tinggi. Kondisi inilah yang dapat memengaruhi kesehatan kulit dan penampilan wajah.
Secara medis, kortisol berlebih dapat memicu retensi cairan, yaitu penumpukan cairan di jaringan tubuh. Dampaknya, wajah bisa tampak lebih bengkak atau puffy, terutama di area pipi dan bawah mata. Selain itu, kortisol juga dapat memengaruhi keseimbangan garam dan air dalam tubuh, yang semakin memperparah pembengkakan.
Stres kronis juga berperan dalam percepatan penuaan kulit. Kortisol dapat menurunkan produksi kolagen, protein penting yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit. Akibatnya, kulit lebih mudah kendur, muncul garis halus, dan tampak kusam. Inilah alasan mengapa orang dengan tingkat stres tinggi sering terlihat lebih lelah dan lebih tua dari usia sebenarnya.
Tak hanya itu, kadar kortisol yang tinggi dapat memperburuk kondisi kulit tertentu seperti jerawat, eksim, dan psoriasis. Sistem imun kulit menjadi lebih lemah, sehingga peradangan lebih mudah terjadi. Ditambah dengan pola tidur yang terganggu akibat stres, regenerasi kulit pun tidak berlangsung optimal.
Meski istilah cortisol face bukan diagnosis medis resmi, konsep di baliknya cukup masuk akal secara ilmiah. Namun, perlu diingat bahwa perubahan wajah tidak hanya disebabkan oleh stres. Pola makan tinggi garam, kurang tidur, dehidrasi, dan faktor genetik juga berperan besar.
Kesimpulannya, stres berkepanjangan memang dapat memengaruhi tampilan wajah melalui peningkatan hormon kortisol. Mengelola stres dengan baik—seperti tidur cukup, olahraga ringan, menjaga pola makan, dan meluangkan waktu untuk relaksasi—bukan hanya baik untuk kesehatan mental, tetapi juga membantu menjaga kulit tetap sehat dan tampak segar.