Keboncinta.com-- Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, banyak operator sekolah mulai melakukan pembaruan data pada aplikasi Dapodik 2027. Namun, sebagian di antaranya dibuat khawatir karena menu Peserta Didik hanya menampilkan siswa baru, sementara data peserta didik lama belum terlihat di dalam sistem.
Kondisi tersebut sering kali memunculkan anggapan bahwa data telah hilang sehingga muncul keinginan untuk memasukkan kembali data siswa secara manual. Padahal, langkah tersebut justru berpotensi menimbulkan masalah baru apabila dilakukan sebelum penyebab sebenarnya diketahui.
Tidak munculnya data peserta didik lama pada aplikasi Dapodik 2027 bukan berarti data tersebut telah terhapus dari sistem.
Dalam banyak kasus, kondisi ini terjadi karena proses penarikan data dari server pusat, sinkronisasi, atau pembaruan referensi aplikasi masih berlangsung. Selama proses tersebut belum selesai, data lama memang dapat sementara waktu tidak ditampilkan pada menu peserta didik.
Karena itu, operator sekolah disarankan menunggu hingga seluruh proses pembaruan sistem selesai sebelum mengambil tindakan yang berpotensi mengubah struktur data.
Saat data lama belum muncul, sebagian operator memilih menambahkan kembali data peserta didik sebagai solusi cepat.
Padahal, tindakan tersebut sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan terjadinya data ganda (duplikasi) ketika data lama kembali ditampilkan oleh sistem.
Duplikasi data tidak hanya menyulitkan proses administrasi sekolah, tetapi juga berpotensi memengaruhi berbagai layanan pendidikan yang menggunakan data Dapodik sebagai sumber utama.
Baca Juga: Login Dapodik 2027 Selalu Gagal? Jangan Panik, Ini 6 Penyebab yang Wajib Dicek Operator Sekolah
Menjelang proses penarikan data Tunjangan Profesi Guru (TPG) periode Juli 2026, banyak sekolah berlomba menyelesaikan sinkronisasi secepat mungkin.
Namun, praktisi Dapodik mengingatkan bahwa kualitas data jauh lebih penting dibandingkan kecepatan mengirimkan sinkronisasi.
Apabila pembagian jam mengajar, rombongan belajar, maupun penugasan guru masih belum final, sinkronisasi yang dilakukan terlalu cepat justru berisiko mengirimkan data yang belum valid ke server pusat.
Setelah data tersebut menjadi acuan sistem, proses perbaikannya akan memerlukan tahapan administrasi yang lebih panjang.
Sebelum melakukan sinkronisasi, operator sekolah dianjurkan berkoordinasi dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta guru terkait untuk memastikan seluruh data telah sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Beberapa bagian penting yang perlu diperiksa meliputi:
Pembagian jam mengajar tatap muka agar sesuai dengan rombongan belajar yang telah ditetapkan.
Tugas Tambahan Utama (TTU) dan Tugas Tambahan Lainnya (TTLE), seperti wali kelas, kepala laboratorium, kepala perpustakaan, maupun penugasan lainnya.
Identitas guru beserta dokumen pendukung, termasuk Surat Keputusan (SK) mengajar dan SK tugas tambahan.
Melalui koordinasi tersebut, potensi kesalahan data dapat diminimalkan sebelum proses sinkronisasi dilakukan.
Sebelum menambahkan peserta didik baru maupun mengirimkan sinkronisasi ke server pusat, operator sekolah perlu memastikan bahwa seluruh proses penarikan data telah selesai dengan sempurna.
Langkah sederhana ini dapat mencegah munculnya data ganda, kesalahan administrasi, maupun kendala pada proses validasi data di kemudian hari.
Kesabaran dalam menunggu proses sistem sering kali menjadi solusi terbaik dibandingkan melakukan perubahan data yang belum tentu diperlukan.
Baca Juga: Berapa Nilai Minimal Agar Lolos CPNS 2026? Jangan Puas dengan Passing Grade
Munculnya menu Peserta Didik yang hanya menampilkan siswa baru pada Dapodik 2027 tidak selalu menunjukkan bahwa data peserta didik lama telah hilang. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut berkaitan dengan proses sinkronisasi dan pembaruan data yang masih berlangsung di server pusat.
Oleh karena itu, operator sekolah sebaiknya tidak terburu-buru menambahkan data peserta didik secara manual. Dengan mengutamakan verifikasi, koordinasi antarwarga sekolah, serta memastikan seluruh proses penarikan data telah selesai, kualitas data Dapodik dapat tetap terjaga dan terhindar dari masalah administrasi di masa mendatang.***