Frasa, Klausa, dan Kalimat: Dasar Penyusun Bahasa yang Wajib Dipahami

Frasa, Klausa, dan Kalimat: Dasar Penyusun Bahasa yang Wajib Dipahami

24 November 2025 | 19:27

Keboncinta.com-- Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kita gunakan setiap hari, namun tetap memiliki struktur dasar yang penting untuk dipahami. Di antara unsur dasar tersebut terdapat frasa, klausa, dan kalimat. Ketiganya menjadi pondasi dalam membentuk satuan bahasa yang bermakna. Lalu, apa perbedaan antara frasa, klausa, dan kalimat? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap dan mudah dipahami.

Apa itu Frasa?

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak membentuk predikat. Frasa hanya berfungsi sebagai bagian dari satuan yang lebih besar, seperti subjek, objek, atau keterangan.

Jenis-jenis frasa

  1. Frasa nomina
  2. Frasa verba
  3. Frasa adjektiva
  4. Frasa adverbial
  5. Frasa preposisional

Ciri-ciri frasa

  1. Tidak memiliki predikat.
  2. Tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat.
  3. Berfungsi sebagai unsur dalam klausa atau kalimat.

Contoh frasa

  1. Frasa nomina:

Lala membeli buku baru.

buku baru = frasa nomina (inti: buku + pewatas baru)

  1. Frasa verba:

Para siswa sedang belajar bahasa Indonesia.

sedang belajar = frasa verba (inti: belajar)

  1. Frasa adjektiva:

Tiara hari ini sangat emosional.

sangat emosional = frasa adjektiva (inti: emosional)

  1. Frasa adverbial:

Seluruh sekolah akan memperingati Hari Guru besok pagi.

besok pagi = keterangan waktu

  1. Frasa preposisional:

Ayah meletakkan kunci di atas meja.

di atas meja diawali preposisi di

Apa itu Klausa?

Klausa adalah satuan gramatikal yang terdiri atas subjek dan predikat. Klausa dapat berdiri sendiri atau menjadi bagian dari kalimat yang lebih besar.

Perbedaan klausa dan frasa

  • Frasa: tidak memiliki predikat.
  • Klausa: memiliki predikat.

Jenis-jenis klausa

  1. Klausa independen (utama)
  2. Klausa dependen (terikat)
  3. Klausa nominal
  4. Klausa verbal

Contoh klausa

  1. Klausa independent

Siswa-siswa itu belajar dengan sungguh-sungguh.

→ Makna sudah lengkap.

  1. Klausa dependen

Ketika upacara sedang berlangsung…

→ Belum lengkap, membutuhkan klausa utama.

  1. Klausa nominal

Dia adalah ketua kelas.

→ Predikat berupa nomina (ketua kelas).

  1. Klausa verbal

Mereka sedang bermain bola.

→ Predikat berupa verba (sedang bermain).

Apa itu Kalimat?

Kalimat adalah satuan bahasa yang memiliki makna lengkap dan intonasi akhir. Kalimat mengandung subjek, predikat, dan mampu berdiri sendiri.

Ciri-ciri kalimat

  1. Memiliki subjek dan predikat.
  2. Mengandung makna lengkap.
  3. Diawali huruf kapital dan diakhiri tanda baca.

Jenis-jenis kalimat

  • Kalimat berita
  • Kalimat tanya
  • Kalimat perintah
  • Kalimat seru
  • Kalimat tunggal
  • Kalimat majemuk

Contoh kalimat

  1. Kalimat berita

Besok sekolah memperingati Hari Guru, sehingga akan diadakan upacara.

  1. Kalimat tanya

Siapa namamu?

→ Menggunakan kata tanya siapa.

  1. Kalimat perintah

Tolong tutup pintu itu!

  1. Kalimat seru

Wah, indah sekali pemandangan ini!

  1. Kalimat Tunggal

Ayah membeli buah.

→ S-P-O

  1. Kalimat majemuk

Ani membaca buku dan Ayu menulis PR.

→ Terdiri atas dua klausa yang dihubungkan konjungsi dan.

Frasa, klausa, dan kalimat adalah tiga unsur dasar pembentuk bahasa yang memiliki fungsi berbeda.

  • Frasa: gabungan kata tanpa predikat.
  • Klausa: memiliki subjek dan predikat, tetapi belum tentu utuh.
  • Kalimat: satuan bahasa yang lengkap dan memiliki makna utuh.

Memahami ketiganya sangat penting agar kita dapat berkomunikasi dan menulis dengan lebih jelas dan efektif.

Tags:
Bahasa Indonesia Belajar Bahasa Indonesia Frasa, Klausa, Kalimat Struktur Bahasa

Komentar Pengguna