Keboncinta.com-- Burnout menjadi fenomena umum di era modern. Tuntutan kerja yang tinggi, tekanan sosial, dan ritme hidup yang serba cepat membuat banyak orang merasa kelelahan fisik sekaligus patah secara emosional. Dalam kondisi seperti ini, ajaran Islam—khususnya konsep tuma’ninah—memberi panduan pemulihan batin yang sederhana namun mendalam.
Apa Itu Tuma’ninah?
Tuma’ninah secara bahasa berarti ketenteraman, ketenangan yang mantap, atau hati yang tidak gelisah. Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan hati yang dipenuhi tuma’ninah sebagai hati yang senantiasa kembali kepada-Nya. Ayat yang paling dikenal adalah:
“Hai jiwa yang tenang (an-nafs al-muthma’innah). Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai.” (QS. Al-Fajr: 27–28)
Ayat ini bukan hanya menggambarkan kondisi spiritual ideal, tetapi juga menjadi petunjuk bahwa ketenangan sejati bersumber dari hubungan mendalam dengan Allah.
Burnout dalam Kacamata Islam
Burnout bukan sekadar lelah biasa; ia adalah kelelahan total—mental, emosional, dan spiritual. Dalam Islam, kondisi hati yang kacau diibaratkan sebagai hati yang jauh dari dzikir dan refleksi. Al-Qur’an menawarkan solusi:
“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayat ini mengajarkan bahwa ketenangan tidak hanya dicapai melalui istirahat fisik, tetapi juga menyentuh dimensi jiwa.
Healing ala Al-Qur’an: Menemukan Tuma’ninah
Ada beberapa langkah yang dapat dipahami dari konsep tuma’ninah dalam Al-Qur’an untuk menangani burnout:
1. Kembali Melambat (Tahannuts Batin)
Al-Qur’an sering mengajak manusia untuk merenung, berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia. Melambat memberi ruang bagi jiwa untuk pulih. Ini bukan kemalasan, tetapi pause yang penuh kesadaran.
2. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Dzikir adalah “reminder” spiritual yang membuat hati stabil. Repetisi kalimat seperti hasbunallah, la hawla wa la quwwata illa billah, atau astaghfirullah memberi efek menenangkan, serupa teknik mindfulness namun dengan kedalaman tauhid.
3. Menghadirkan Shalat dengan Khusyuk dan Tuma’ninah
Shalat yang dilakukan perlahan, penuh kesadaran, dan meresapi setiap gerakan dapat menjadi terapi batin. Rasulullah SAW pernah menjadikan shalat sebagai penenang:
“Istirahatkan kami dengannya, wahai Bilal.”
Tuma’ninah dalam shalat bukan sekadar aturan fiqih, tetapi kunci ketenangan yang menembus hati.
4. Menata Prioritas Hidup
Burnout sering muncul karena manusia memikul beban berlebihan. Al-Qur’an mengingatkan:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Ayat ini mengajarkan pentingnya batasan, manajemen tanggung jawab, dan tidak memaksakan diri.
Menuju Jiwa yang Tenang
Konsep tuma’ninah menghadirkan healing yang tidak hanya meredakan gejala burnout, tetapi menata ulang fondasi ketenangan.