Pendidikan
Rahman Abdullah

Jangan Sampai Terlewat! Kemenag Bagikan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Secara Gratis

Jangan Sampai Terlewat! Kemenag Bagikan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Secara Gratis

09 Agustus 2026 | 19:23

Keboncinta.com-- Kabar menggembirakan datang bagi guru dan siswa madrasah di seluruh Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan 90 buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar secara gratis dalam format digital.

Kehadiran buku tersebut menjadi angin segar bagi madrasah karena guru dan peserta didik kini memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan ajar yang telah disusun berdasarkan kebutuhan pembelajaran.

Tidak hanya untuk satu jenjang, buku digital tersebut mencakup pendidikan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK).

Lantas, apa saja buku yang disediakan Kemenag dan bagaimana isi materi di dalamnya?

Baca Juga: Pisang Tak Cuma Dimakan Langsung! Ini 4 Olahan Sehat yang Enak dan Mudah Dibuat

Kemenag Sediakan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis

Kementerian Agama menerbitkan sebanyak 90 buku mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab sebagai bahan pendukung pembelajaran di lingkungan madrasah.

Dari total tersebut, sebanyak 58 buku merupakan Buku Teks Utama (BTU) PAI dan Bahasa Arab yang diperuntukkan bagi jenjang MI, MTs, dan MA.

Sementara itu, 32 buku lainnya disiapkan secara khusus untuk peserta didik Madrasah Aliyah Program Keagamaan.

Seluruh buku tersebut tersedia dalam bentuk digital sehingga guru dan siswa dapat mengaksesnya secara lebih praktis tanpa harus selalu menggunakan buku cetak.

Penyediaan buku secara gratis ini juga menjadi bagian dari upaya Kemenag memperluas akses terhadap sumber belajar sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan madrasah.

Buku Disusun Melalui Proses yang Ketat

Kualitas bahan ajar menjadi salah satu perhatian dalam penerbitan Buku Teks Utama tersebut. Buku tidak disusun secara sembarangan, melainkan melewati sejumlah tahapan sebelum diterbitkan.

Prosesnya mencakup seleksi penulis, penyusunan naskah, telaah oleh reviewer, evaluasi oleh penilai, hingga pengawasan supervisor.

Kemenag juga melibatkan Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur dan Literasi Keagamaan (PBAL2K) dalam proses tersebut.

Dengan tahapan tersebut, buku diharapkan mampu menjadi sumber pembelajaran yang memiliki kualitas akademik sekaligus sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik madrasah.

Baca Juga: BOS Madrasah Tahap II 2026 Segera Cair! Rp4,1 Triliun Disiapkan, Ini Jadwal Pengajuannya

Mengikuti Pedoman Kurikulum Madrasah

Penerbitan buku PAI dan Bahasa Arab ini juga berkaitan dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK.

Buku Teks Utama PAI dan Bahasa Arab untuk madrasah mencakup sejumlah mata pelajaran keagamaan yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran.

Untuk jenjang MI, MTs, dan MA/MAK, materi yang disediakan meliputi:

  • Al-Qur'an Hadis

  • Akidah Akhlak

  • Fikih

  • Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

  • Bahasa Arab

Pembagian materi juga disesuaikan dengan jenjang serta fase pendidikan sehingga bahan ajar dapat digunakan sesuai tingkat perkembangan peserta didik.

Materi Dibuat Sesuai Perkembangan Siswa

Kemenag tidak hanya memperhatikan isi materi, tetapi juga cara penyampaiannya.

Pada jenjang MI dan MTs, pembelajaran dirancang lebih interaktif agar peserta didik dapat memahami nilai-nilai Islam sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Materi juga diarahkan untuk mengenalkan Islam yang ramah, inklusif, dan menghargai keberagaman.

Sementara itu, untuk jenjang pendidikan menengah atas, pembahasan dibuat lebih mendalam agar siswa memiliki kemampuan memahami berbagai persoalan keagamaan dan tantangan kehidupan modern.

Dengan pendekatan tersebut, buku diharapkan tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga membantu membentuk karakter peserta didik.

Baca Juga: Pendidikan Agama Masuk Era AI! Kemenag Hadirkan 40 Buku PAI dan Budi Pekerti Digital

Ada Kurikulum Berbasis Cinta dan Panca Cinta

Hal menarik lainnya adalah masuknya nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam bahan ajar tersebut.

Konsep Panca Cinta yang menjadi bagian dari pembelajaran mencakup:

  1. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

  2. Cinta ilmu.

  3. Cinta lingkungan.

  4. Cinta diri dan sesama manusia.

  5. Cinta tanah air.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk karakter siswa madrasah.

Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memiliki sikap moderat, toleran, menghargai perbedaan, serta menjauhi kekerasan.

Buku Khusus MAPK Punya Materi Lebih Mendalam

Selain buku untuk MI, MTs, dan MA/MAK, Kemenag menyediakan bahan ajar khusus bagi siswa Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK).

Buku MAPK memiliki cakupan keilmuan agama yang lebih spesifik. Materinya antara lain mencakup Tafsir, Hadis, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Fikih, Ushul Fikih, Ilmu Kalam, Akhlak Tasawuf, serta Bahasa Arab.

Sebagian bahan ajar tersebut menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar.

Materinya juga diarahkan untuk memperkuat literasi tingkat tinggi, pemahaman teologi dari berbagai sudut pandang, studi perbandingan mazhab, serta kemampuan tata bahasa Arab tingkat lanjut.

Baca Juga: Gratis! Kemenag Terbitkan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab untuk Siswa Madrasah

Dibagi Berdasarkan Enam Fase Pembelajaran

Buku Teks Utama PAI dan Bahasa Arab untuk MI, MTs, dan MA/MAK disusun berdasarkan enam fase pembelajaran.

Fase A mencakup kelas 1 dan 2, Fase B kelas 3 dan 4, Fase C kelas 5 dan 6, Fase D kelas 7 hingga 9, Fase E kelas 10, serta Fase F kelas 11 dan 12.

Pembagian tersebut membuat penggunaan buku menjadi lebih terarah karena materi dapat disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan perkembangan peserta didik.

Buku Digital Kemenag Dapat Terus Disempurnakan

Kemenag juga memandang Buku Teks Utama sebagai dokumen yang dapat terus dikembangkan.

Artinya, buku tersebut tidak bersifat kaku dan masih terbuka terhadap masukan, kritik, maupun saran dari guru, siswa, akademisi, serta berbagai pihak yang berkepentingan dengan pendidikan madrasah.

Masukan tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan agar isi buku tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Cara Mengakses Buku PAI dan Bahasa Arab

Guru dan siswa madrasah yang membutuhkan bahan ajar tersebut dapat mengakses buku melalui layanan digital resmi Kementerian Agama.

Karena tersedia dalam format digital, buku dapat digunakan dengan lebih fleksibel sesuai kebutuhan pembelajaran. Guru dapat memanfaatkannya sebagai referensi mengajar, sedangkan siswa dapat menggunakannya untuk belajar secara mandiri.

Ketersediaan buku secara gratis juga menjadi keuntungan tersendiri bagi madrasah yang membutuhkan tambahan sumber belajar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada buku fisik.

Baca Juga: Bukan Cuma Gaji! Ini Alasan Kesehatan Mental Penting di Lingkungan Kerja

Penerbitan 90 buku PAI dan Bahasa Arab oleh Kementerian Agama menjadi langkah penting untuk memperluas akses bahan ajar berkualitas bagi siswa dan guru madrasah.

Buku tersebut mencakup berbagai jenjang, mulai dari MI, MTs, MA hingga MAPK. Materinya juga disusun berdasarkan fase pembelajaran serta dilengkapi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta melalui konsep Panca Cinta.

Dengan hadirnya buku dalam format digital dan dapat diakses secara gratis, guru serta siswa memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh bahan pembelajaran yang mudah digunakan dan sesuai dengan perkembangan pendidikan.

Lebih dari sekadar sumber pengetahuan agama, buku-buku tersebut diharapkan mampu membantu membentuk generasi madrasah yang berilmu, berkarakter, moderat, toleran, serta memiliki kepedulian terhadap sesama, lingkungan, dan tanah air.***

Tags:
kemenag PAI Digital AI

Komentar Pengguna