Keboncinta.com-- Membiasakan anak membaca sejak usia dini bukan sekadar membuat mereka mengenal huruf dan kata. Kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu fondasi penting untuk membantu perkembangan kemampuan berpikir, bahasa, imajinasi, sekaligus membangun kematangan emosional anak.
Tantangannya, anak-anak saat ini tumbuh di tengah lingkungan digital yang menawarkan berbagai hiburan instan. Video, gim, media sosial, dan berbagai aplikasi sering kali lebih mudah menarik perhatian dibandingkan buku.
Karena itu, orang tua perlu menemukan cara yang tepat agar membaca tidak terasa seperti kewajiban. Ketika buku diperkenalkan sebagai aktivitas yang menyenangkan, anak akan lebih mudah membangun hubungan positif dengan kegiatan membaca.
Lantas, bagaimana cara membuat anak tertarik membaca sejak dini tanpa harus memaksanya?
Baca Juga: Materi Edukasi LGBTQ Segera Dibahas Kemenag, Psikolog dan Akademisi Akan Dilibatkan
Tidak ada salahnya mengenalkan buku kepada anak sejak usia sangat dini. Bahkan, aktivitas membacakan cerita dapat dilakukan ketika anak masih bayi.
Walaupun bayi belum mampu memahami seluruh kata yang didengarnya, suara orang tua saat membacakan cerita dapat menciptakan suasana nyaman sekaligus memperkenalkan pola bahasa kepada mereka.
Momen tersebut juga membantu anak mengenal bahwa buku merupakan bagian dari aktivitas yang menyenangkan dan dekat dengan orang-orang yang mereka sayangi.
Kebiasaan akan lebih mudah terbentuk jika dilakukan secara konsisten.
Orang tua dapat menentukan waktu khusus untuk membaca, misalnya sebelum tidur, setelah mandi sore, atau pada waktu santai bersama keluarga.
Tidak perlu menetapkan durasi yang terlalu lama. Beberapa menit membaca secara rutin jauh lebih baik daripada memaksa anak membaca dalam waktu panjang.
Jika dilakukan terus-menerus, anak akan mulai menganggap membaca sebagai bagian alami dari kegiatan sehari-hari.
Baca Juga: Alhamdulillah! BOS dan BOP RA Tahap II 2026 Siap Disalurkan, Cek Jadwalnya di Sini
Tidak semua anak menyukai jenis buku yang sama. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak terlalu cepat menentukan bacaan berdasarkan keinginan sendiri.
Untuk anak usia dini, buku dengan ilustrasi menarik, warna yang beragam, tekstur, serta elemen interaktif biasanya lebih mudah menarik perhatian.
Ketika anak menemukan buku dengan tema yang mereka sukai, seperti hewan, kendaraan, dongeng, atau tokoh favorit, keinginan untuk membuka dan membaca buku biasanya akan tumbuh dengan sendirinya.
Memberikan kesempatan kepada anak untuk menentukan buku yang ingin dibaca dapat meningkatkan rasa memiliki.
Orang tua bisa mengajak anak ke toko buku atau perpustakaan dan membiarkan mereka memilih beberapa bacaan sesuai ketertarikan.
Cara sederhana ini membuat anak merasa bahwa membaca merupakan aktivitas yang melibatkan dirinya, bukan sekadar perintah dari orang tua.
Baca Juga: SKTP Belum Terbit? Jangan Panik! Ini Rahasia Cut-Off Dapodik Tanggal 15 dan Jadwal Validasi TPG
Membaca bersama anak tidak harus dilakukan secara monoton.
Orang tua dapat mengajak anak mengamati gambar, menanyakan pendapat mereka tentang tokoh cerita, menebak apa yang akan terjadi berikutnya, atau menirukan suara karakter dalam buku.
Interaksi tersebut membuat kegiatan membaca terasa seperti bermain. Anak pun memiliki kesempatan untuk mengembangkan imajinasi, kemampuan berbicara, dan keberanian dalam menyampaikan pendapat.
Perpustakaan dapat menjadi tempat yang menarik untuk memperkenalkan dunia buku kepada anak.
Suasana yang berbeda dari rumah membuat kunjungan ke perpustakaan terasa seperti sebuah pengalaman baru. Jika tersedia, orang tua juga dapat memilih program khusus anak, seperti kegiatan membaca cerita atau aktivitas literasi.
Kunjungan secara rutin dapat membantu anak memahami bahwa buku tidak hanya berada di rumah, tetapi merupakan bagian dari lingkungan belajar dan rekreasi.
Anak belajar banyak hal melalui kebiasaan yang mereka lihat dari orang tua.
Jika orang tua sering membaca buku, majalah, atau bahan bacaan lainnya, anak akan melihat bahwa membaca merupakan aktivitas yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, daripada hanya meminta anak membaca, orang tua juga perlu menunjukkan kebiasaan membaca dalam kehidupan sehari-hari.
Keteladanan sederhana tersebut dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap pembentukan kebiasaan literasi anak.
Baca Juga: SKTP Belum Terbit? Jangan Panik!