Keboncinta.com-- Menjelang fase paling penting dalam pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, persiapan jemaah Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu kewajiban yang mulai banyak ditunaikan adalah pembayaran dam, khususnya bagi jemaah yang menjalankan haji tamattu’.
Seiring semakin dekatnya rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah mencatat jumlah jemaah yang telah menyelesaikan kewajiban dam terus bertambah.
Menariknya, mekanisme pelaksanaan dam yang dipilih ternyata cukup beragam, menyesuaikan keyakinan fikih masing-masing jemaah.
Lebih dari 100 Ribu Jemaah Sudah Tunaikan Dam
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mencatat hingga menjelang puncak ibadah haji, sebanyak 100.268 jemaah Indonesia telah menuntaskan kewajiban dam.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa mayoritas jemaah memilih skema penyembelihan dam resmi di Arab Saudi melalui layanan ADAHI.
Dari total tersebut, 71.262 jemaah tercatat menggunakan program resmi tersebut sebagai sarana pelaksanaan dam selama musim haji berlangsung.
Banyak Jemaah Pilih Tunaikan Dam di Indonesia
Selain melalui layanan resmi di Arab Saudi, sebagian jemaah ternyata memilih opsi pelaksanaan dam di Tanah Air.
Pemerintah mencatat sebanyak 26.901 jemaah memutuskan menyalurkan dam di Indonesia sesuai dengan pemahaman fikih yang mereka yakini.
Sementara itu, terdapat 2.105 jemaah yang memilih menjalankan kewajiban dam melalui puasa, sebagaimana ketentuan syariat dalam kondisi tertentu.
Di sisi lain, tercatat 821 jemaah mengikuti skema haji ifrad, sehingga tidak memiliki kewajiban membayar dam tamattu’.
Baca Juga: Jemaah Haji Wajib Tahu! Ini Barang yang Sebaiknya Dibawa Saat Armuzna agar Ibadah Tetap Lancar
Pemerintah Hormati Perbedaan Pilihan Fikih Jemaah
Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan dam tidak diberlakukan dengan satu pola yang seragam bagi seluruh jemaah.
Perbedaan pandangan fikih mengenai lokasi penyembelihan maupun tata cara pelaksanaan menjadi dasar pemerintah memberikan keleluasaan kepada jemaah dalam menentukan pilihan.
Menurut Ichsan Marsha, selama pelaksanaannya berjalan tertib, aman, serta dapat dipertanggungjawabkan secara syariat dan administratif, seluruh pilihan jemaah tetap dihormati.
Pendataan dam yang dilakukan pada musim haji tahun ini bahkan mendapat respons positif dari pemerintah Arab Saudi karena dinilai membantu menciptakan sistem pengelolaan ibadah yang lebih transparan dan terorganisasi.
Baca Juga: Jelang Puncak Haji 2026, Arab Saudi Siapkan Dua Miqat Penting Ini, Jemaah Wajib Tahu!
Operasional Haji Indonesia Terus Bertambah
Di tengah proses persiapan Armuzna, operasional pemberangkatan jemaah Indonesia juga terus mengalami perkembangan.
Hingga hari ke-30 operasional haji, sebanyak 192.185 jemaah bersama 1.984 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi melalui 498 kelompok terbang (kloter).
Saat ini, mayoritas jemaah telah berada di Kota Makkah untuk mempersiapkan diri menghadapi puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.***