Kabar Penting! Revit 2026: Cara Baru Pengajuan Revitalisasi Sekolah Secara Digital dan Transparan

Kabar Penting! Revit 2026: Cara Baru Pengajuan Revitalisasi Sekolah Secara Digital dan Transparan

03 Desember 2025 | 18:55

Keboncinta.com-- Siap-sipa, mulai tahun 2026 dunia pendidikan memasuki era baru dengan hadirnya digitalisasi pengajuan revitalisasi sekolah.

Pemerintah membuka akses bagi seluruh satuan pendidikan di Indonesia untuk mengajukan revitalisasi sarana dan prasarana secara digital melalui platform Revit, sebuah inovasi yang dirancang untuk mempermudah, mempercepat, dan mengefisienkan pengelolaan perbaikan fasilitas pendidikan.

Langkah ini merupakan jawaban atas masalah klasik yang selama bertahun-tahun menghambat penyediaan infrastruktur pendidikan, mulai dari birokrasi yang rumit, keterbatasan akses, hingga kurangnya transparansi.

Dengan sistem daring yang terintegrasi, sekolah kini memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan revitalisasi tanpa harus melalui proses administrasi yang berbelit-belit.

Baca Juga: Tenggat Pengajuan TPG 2025: Momentum Penting Bagi Guru untuk Amankan Hak Finansial

Aplikasi Revit dapat diakses melalui revit.kemendikdasmen.go.id dan dirancang sebagai pusat kendali tunggal untuk perencanaan hingga monitoring program.

Proses digital ini mencakup berbagai kebutuhan, seperti rehabilitasi ruang kelas rusak, pembangunan ruang belajar baru, hingga penataan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.

Salah satu poin penting dari Revit adalah mekanisme seleksi dan verifikasi yang berbasis data. Sistem akan mengolah informasi kerusakan bangunan melalui Dapodik, memberikan rekomendasi awal secara otomatis, dan memprioritaskan sekolah yang memiliki tingkat kebutuhan mendesak, terutama di wilayah 3T.

Hal ini menandai pendekatan baru yang lebih objektif dan tepat sasaran dibanding metode konvensional.

Sekolah juga dapat mengunggah dokumen pendukung seperti foto kondisi bangunan dengan geotagging, status lahan, dan formulir kerusakan sesuai standar Kementerian PUPR.

Baca Juga: Tenggat Pengajuan TPG 2025: Momentum Penting Bagi Guru untuk Amankan Hak Finansial

Pemeriksaan kelengkapan dilakukan secara real time, mengurangi potensi kesalahan data dan mempercepat proses seleksi.

Seluruh usulan revitalisasi akan melalui proses verifikasi berlapis oleh pemerintah daerah dan pusat, sehingga data yang masuk tidak hanya akurat, tetapi juga mendapat pertimbangan yang komprehensif.

Pendekatan ini diharapkan menekan risiko manipulasi data dan meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

Hadirnya platform Revit bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan tonggak penting dalam pemerataan akses pendidikan. Sekolah-sekolah yang selama ini tersisih karena minimnya kapasitas administrasi kini memiliki kesempatan yang lebih adil untuk mendapatkan bantuan.

Lebih dari itu, digitalisasi menjanjikan pengelolaan program yang cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.

Transformasi ini menegaskan komitmen pemerintah terhadap pembangunan pendidikan yang berkualitas, modern, dan berpihak pada masa depan.

Baca Juga: Melihat Kurikulum Cinta: Pendidikan Emosional untuk Generasi yang Lebih Manusiawi

Dengan sistem yang lebih efisien dan tepat sasaran, revitalisasi sekolah tidak lagi menjadi pekerjaan administratif yang melelahkan, tetapi gerakan perubahan nyata menuju ekosistem belajar yang layak, inklusif.***

Tags:
pendidikan sekolah Era Digital

Komentar Pengguna