KEBONCINTA.COM – Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kembali memberlakukan kebijakan Belajar dari Rumah atau BDR akibat kondisi kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik.
Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Sabtu, 19 September hingga Rabu, 23 September 2026.
Pembelajaran tatap muka sementara dialihkan menjadi pembelajaran dari rumah untuk seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar atau SPNF-SKB juga termasuk dalam kebijakan tersebut.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Umar Wirahadi mengatakan aturan berlaku di seluruh 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna.
Langkah tersebut diambil untuk meminimalkan risiko kesehatan terhadap peserta didik akibat paparan kabut asap.
Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu memperoleh perhatian ketika kualitas udara memburuk karena sistem pernapasan mereka masih berkembang.
Kondisi kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir juga mulai berdampak terhadap kegiatan pendidikan.
Sejumlah pemerintah daerah sebelumnya telah mengambil langkah serupa dengan menyesuaikan sistem pembelajaran ketika kualitas udara berada pada kategori yang berisiko bagi kesehatan.
Meski belajar dilakukan dari rumah, sekolah tetap diminta memastikan kegiatan pembelajaran berjalan.
Guru dapat memberikan materi maupun tugas melalui mekanisme yang disesuaikan dengan kondisi siswa dan kemampuan masing-masing sekolah.
Orang tua juga memiliki peran penting selama pemberlakuan BDR, terutama dalam membantu anak menjaga pola belajar dan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara masih buruk.
Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi udara sebelum menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilakukan setelah 23 September.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama sebelum kegiatan belajar di sekolah kembali dilaksanakan secara normal.