Pendidikan
Rahman Abdullah

KBC Jadi Arah Baru Pendidikan, Menag Ajak Guru Tanamkan Nilai Cinta di Kelas

KBC Jadi Arah Baru Pendidikan, Menag Ajak Guru Tanamkan Nilai Cinta di Kelas

23 April 2026 | 15:34

Keboncinta.com-- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan arah baru dunia pendidikan melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Program ini ditujukan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter penuh empati, kasih sayang, dan nilai spiritual yang kuat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran program Belajar Mandiri KBC di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Menag mengajak seluruh pengajar untuk mulai mengimplementasikan pendekatan berbasis cinta dalam proses pembelajaran.

Baca Juga: Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Jalur Akselerasi Resmi Dibuka, Santri Bisa Lanjut S1 ke S2 hingga S3 Lebih Cepat

Menurutnya, tujuan utama KBC adalah membentuk peserta didik yang memiliki kultur sebagai pribadi pencinta, bukan individu yang mudah membenci.

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan metode pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menyentuh dimensi batin dan nilai kemanusiaan.

Selama ini, pendekatan pendidikan dinilai terlalu menitikberatkan pada kecerdasan intelektual. Akibatnya, aspek spiritual sering kali terpinggirkan.

Menag menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan berpikir dan kesadaran spiritual dalam proses belajar.

Baca Juga: Menuju Pusat Industri Halal Dunia, Indonesia Terapkan Wajib Sertifikat Halal 2026

Ia mencontohkan praktik di lingkungan pesantren yang selalu mengawali pembelajaran dengan doa dan pembiasaan nilai-nilai spiritual.

Tradisi tersebut dinilai mampu membangun kesiapan mental sekaligus membersihkan hati sebelum menerima ilmu.

Konsep cinta dalam KBC juga bersifat menyeluruh dan terintegrasi dalam setiap materi pelajaran. Artinya, semua ilmu yang diajarkan harus mengarah pada penguatan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

Menurut Menag, memahami alam tanpa mengaitkannya dengan nilai ketuhanan justru akan membuat pembelajaran kehilangan makna yang utuh. Oleh karena itu, pendekatan integratif menjadi kunci dalam implementasi kurikulum ini.

Baca Juga: Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Resmi Dibuka, Lulusan Madrasah Kini Lebih Fleksibel Daftar S1 hingga S3

Lebih lanjut, para pendidik diajak untuk tidak hanya memahami konsep KBC secara teori, tetapi juga menghayati dan menerapkannya dalam praktik sehari-hari di kelas.

Harapannya, peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih lembut, memiliki empati tinggi, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis.

Menag juga mengingatkan agar proses pendidikan tidak melahirkan individu yang cerdas namun kehilangan nilai kemanusiaan. Ia mengibaratkan pendidikan tanpa nilai sebagai membesarkan “anak harimau” yang pada akhirnya bisa menjadi ancaman.

Baca Juga: Seleksi PTKIN 2026 Resmi Dimulai, Simak Tahapan dan Jadwal Pentingnya

Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, pemerintah berharap lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.***

Tags:
Menag kurikulum berbasis cinta guru madrasah

Komentar Pengguna