Keboncinta.com-- Kabar baik datang bagi akademisi, dosen, dan calon peneliti keagamaan di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi membuka program partnership beasiswa Doktor (S3) tahun 2026 bekerja sama dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) Yogyakarta.
Program ini merupakan bagian dari skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026 yang dirancang untuk memperkuat kualitas kajian keagamaan Indonesia di tingkat global melalui pendekatan akademik lintas disiplin.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kementerian Agama, Ruchman Basori, menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan mencetak lulusan doktor yang memiliki perspektif internasional namun tetap berpijak pada nilai dan konteks lokal Indonesia.
Menurutnya, peserta program diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam pengembangan nilai perdamaian, keadilan sosial, hingga keberlanjutan melalui pendekatan studi agama yang inklusif dan multidisipliner.
Baca Juga: Mulai Tahun Ajaran 2026/2027, SPMB Hadir dengan Sistem Baru, Apa yang Berubah?
Fokus Mencetak Peneliti Keagamaan Berkelas Global
Beasiswa ini termasuk dalam kategori Beasiswa Unggulan Keagamaan Strata-3 Dalam Negeri yang diarahkan untuk melahirkan peneliti dan intelektual keagamaan berkualitas tinggi.
Peserta nantinya didorong menghasilkan penelitian yang orisinal dengan pendekatan metodologi modern untuk menjawab berbagai tantangan global, seperti moderasi beragama, perubahan sosial, hingga pembangunan berkelanjutan.
Kementerian Agama menilai model pendidikan yang inklusif sangat penting agar lulusan tidak hanya memiliki kapasitas akademik yang kuat, tetapi juga mampu membawa perspektif lokal Indonesia ke ranah internasional secara lebih luas.
Bisa Tempuh Studi di Tiga Kampus Bergengsi
Melalui kolaborasi dengan ICRS Yogyakarta, peserta beasiswa memiliki kesempatan menempuh pendidikan doktoral di tiga perguruan tinggi ternama di Yogyakarta.
ICRS sendiri merupakan konsorsium akademik yang mengintegrasikan kekuatan tiga universitas besar, yaitu Universitas Gadjah Mada, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Universitas Kristen Duta Wacana.
Peserta dapat memilih salah satu program studi doktoral berikut:
Program ini diharapkan mampu memperkuat peran pendidikan tinggi keagamaan dalam mencetak pemimpin intelektual yang berkontribusi terhadap transformasi sosial, baik di tingkat nasional maupun global.
Baca Juga: Nasib Guru Non-ASN Mulai Temui Titik Terang, DPR Dorong Pengangkatan ASN Bertahap
Pendaftaran Dibuka Sampai Akhir Mei 2026
Informasi lengkap terkait persyaratan, tahapan seleksi, hingga kampus tujuan dapat diakses melalui portal resmi berikut:
Pendaftaran beasiswa doktor partnership Kemenag–ICRS dibuka hingga 31 Mei 2026. Calon peserta dapat mulai mempersiapkan dokumen administrasi dan mengikuti proses pendaftaran sebelum batas waktu berakhir.***