Kemenag Umumkan Hasil Seleksi BeZakat, Sebanyak 153 Mahasiswa Lolos Beasiswa Zakat Indonesia 2025

Kemenag Umumkan Hasil Seleksi BeZakat, Sebanyak 153 Mahasiswa Lolos Beasiswa Zakat Indonesia 2025

11 Agustus 2025 | 11:47

Keboncinta.com-- Berbagai rangkaian seleksi yang ketat telah selesai, akhirnya Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Kemenag, Sabtu (9/8/2025), mengumumkan hasil seleksi mahasiswa penerima Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) tahun 2025.

Terdapat total 153 mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi dengan skema full funded atau pembiayaan penuh ini.

Program BeZakat adalah program kolaborasi antara Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf dengan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan 18 Lembaga Amil Zakat (LAZ) nasional.

Bagi peserta yang dinyatakan lolos dapat mengakses hasil seleksi ini melalui akun masing-masing di https://beasiswa.kemenag.go.id/ pada kategori BeZakat.

Beasiswa yang diberikan dengan skema full funded ini mencakup uang kuliah tunggal (UKT), biaya hidup Rp1,5 juta per bulan, tunjangan laptop Rp6 juta, biaya transportasi hingga Rp2 juta, dan atribut beasiswa.

Dengan total pembiayaan empat tahun, anggaran per penerima dapat mencapai Rp140,5 juta di PTN dan Rp99,7 juta di PTKIN.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Prof. Dr. Abu Rohmad, M.Ag menjelaskan bahwa program ini menjadi terobosan pendayagunaan zakat untuk pendidikan tinggi, memfasilitasi mustahik (penerima zakat) untuk studi pada 21 perguruan tinggi unggulan di tanah air.

“Sinergi lintas lembaga ini diharapkan menjadi role model pendayagunaan zakat produktif untuk pendidikan tinggi”, ungkap Abu Rohmad.

Selanjutnya, Abu Rohmad mempunyai harapan bahwa melalui program BeZakat yang menargetkan transformasi dari mustahik menjadi muzaki, sejalan dengan misi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.

“Melalui zakat mampu menjadi pendorong transformasi sosial, dari Sabang sampai Merauke, dan para penerima adalah wajah baru generasi emas Indonesia yang lahir dari sinergi zakat produktif”, terangnya.

Kemudian, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghofur, menegaskan bahwa BeZakat bukan sekadar program beasiswa, tetapi investasi jangka panjang untuk mencetak kader profesional, yang siap menjadi kontributor di lembaga zakat, masyarakat, dan dunia kerja.***

Tags:
pendidikan kemenag beasiswa

Komentar Pengguna