Sejarah
Admin

Kisah Abbas bin Firnas sebagai Pelopor Penerbangan dari Andalusia yang Terlupakan Sejarah

Kisah Abbas bin Firnas sebagai Pelopor Penerbangan dari Andalusia yang Terlupakan Sejarah

17 November 2025 | 17:51

Keboncinta.com-- Sebelum Wright bersaudara menemukan pesawat pada tahun 1903 di Nort Carolina, Amerika Serikat, seorang ilmuwan Muslim bernama Abbas bin Firnas yang berasal dari Andalusia (sekarang Spanyol) telah menemukan dan bereksperimen dalam bidang teknologi penerbangan untuk pertama kalinya berabad-abad yang lalu.

Abbas bin Firnas adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan Islam yang namanya jarang disebut dalam narasi ilmiah modern.

Ia hidup pada abad ke-9 (810-887 M) di wilayah Al-Andalus, sebuah pusat kemajuan intelektual dunia pada masa keemasan Islam.

Dikenal sebagai ilmuwan, penyair, insinyur, sekaligus filsuf, Abbas bin Firnas menunjukkan bahwa kecerdasan manusia dapat menjangkau batas-batas yang tampak mustahil pada zamannya.

Baca Juga: Madrasah Aliyah Kebon Cinta Ciwaringin Gelar PKG 2025: Bentuk Evaluasi Cara Mengajar Guru untuk Tingkatkan Profesionalisme

Ia menjadi pelopor percobaan terbang dan meninggalkan jejak monumental dalam evolusi teknologi penerbangan.

Kisah Abbas bin Firnas dimulai dari rasa ingin tahunya yang luar biasa terhadap mekanika dan gerak. Ia mempelajari berbagai karya ilmiah, mengamati burung, serta mencoba memahami prinsip aerodinamika secara intuitif.

Dalam rekaman sejarah, disebutkan bahwa ia membuat alat semacam glider dengan kerangka yang dilapisi bulu burung.

Dalam upaya percobaannya, dengan penuh keberanian ia melompat dari ketinggian, melakukan penerbangan singkat yang menjadi tonggak awal percobaan manusia untuk terbang secara ilmiah.

Walaupun pendaratannya tidak sempurna dan mengakibatkan cedera, upaya tersebut membuka cakrawala baru bagi perkembangan aeronautika.

Baca Juga: Asal-Usul Hadirnya Skema PPPK Terungkap: Dari Jalur Tenaga Ahli hingga Solusi Honorer Nasional

Selain eksperimen terbangnya, Abbas bin Firnas juga dikenal sebagai inovator dalam berbagai bidang.

Ia merancang jam air, memperkenalkan penggunaan kaca sebagai objek optik, dan mengembangkan teknik pemolesan kristal kuarsa.

Karyanya memperkaya tradisi ilmiah Al-Andalus dan memberi kontribusi pada berkembangnya ilmu fisika, astronomi, dan teknologi material.

Peninggalan Abbas bin Firnas bukan hanya pada keberanian dan kecerdasan, tetapi juga pada visi masa depan yang ia bayangkan.

Eksperimennya menunjukkan bahwa manusia tidak hanya mampu berpikir melampaui batas, tetapi juga mencoba mewujudkannya.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Honorer dan PPPK: Aturan Mutasi Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

Kini, kontribusinya diakui sebagai salah satu fondasi awal dunia penerbangan modern, meskipun namanya sempat luput dari perhatian sejarah ilmu pengetahuan dunia.***

Tags:
teknologi Sejarah Khazanah Islam Sejarah Islam

Komentar Pengguna