Keboncinta.com-- Dibentuknya Koperasi Pesantren Wirausaha Kebon Cinta (Perwira Kota) bisa dibilang sebagai wujud nyata dari semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi di lingkungan Yayasan Pesantren Kebon Cinta, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
Didirikan sebagai koperasi konsumen, lembaga ini hadir untuk memperkuat ikatan kebersamaan di antara seluruh elemen pesantren, mulai dari santri, pengajar, hingga para relawan.
Tujuan utama dari berdirinya Koperasi Perwira Kota adalah membangun sistem ekonomi yang saling menguatkan. Setiap anggota diajak untuk memenuhi kebutuhan harian, mingguan, dan bulanan melalui koperasi, sehingga roda ekonomi dapat berputar di dalam lingkungan pesantren sendiri.
Baca Juga: Chef SPPG Kebon Cinta Ciwaringin Raih Sertifikasi BSNP untuk Jamin Kualitas dan Keamanan Masakan
Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam menciptakan kemandirian ekonomi umat.
Kemudian, Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi salah satu sumber inspirasi bagi koperasi ini.
Program tersebut mendorong semangat berbagi manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya para relawan dan keluarga besar SPPG Kebon Cinta Ciwaringin, yang juga merupakan anggota koperasi.
Ketua Koperasi Perwira Kota, Suhendi, menjelaskan bahwa seluruh relawan SPPG Kebon Cinta Ciwaringin secara otomatis menjadi anggota koperasi.
Baca Juga: SPPG Kebon Cinta Mulai Beroperasi Salurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi Penerima Manfaat
Melalui sistem ini, koperasi menyediakan berbagai kebutuhan pokok sesuai permintaan anggota, dengan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan dan kebersamaan.
Selanjutnya, salah satu inovasi menarik dari Koperasi Perwira Kota adalah penyelenggaraan Rapat Anggota Bulanan (RAB). Berbeda dengan koperasi pada umumnya yang hanya menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT), koperasi ini membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap bulan.
Kebijakan ini menjadi terobosan baru yang diharapkan mampu meningkatkan motivasi anggota untuk aktif bertransaksi di koperasi dan memperkuat rasa memiliki terhadap lembaga.
Dengan konsep yang sederhana namun progresif, Koperasi Perwira Kota telah menjadi contoh bagaimana pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan spiritual, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi yang menumbuhkan solidaritas sosial.
Baca Juga: Berikut ini Sepuluh Tokoh Bangsa yang Diabadikan Jadi Pahlawan Nasional Tahun 2025, Ada Soeharto?
Koperasi ini membuktikan bahwa semangat wirausaha, kejujuran, dan kebersamaan dapat berjalan seiring untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
Semangat ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi banyak pesantren dan masyarakat lainnya di Indonesia.***