TEKNOLOGI – Mencari pekerjaan terkadang terasa seperti pekerjaan tersendiri. Sudah mengirim banyak CV, tetapi panggilan interview belum juga datang.
Apalagi bagi fresh graduate yang baru memasuki dunia kerja. Persaingan tidak hanya datang dari banyaknya pelamar, tetapi juga dari bagaimana seseorang membuat CV, menemukan lowongan yang sesuai, hingga mengatur setiap lamaran yang sudah dikirim.
Kabar baiknya, sejumlah platform digital dapat membantu proses tersebut menjadi lebih terarah.
Meski tidak ada aplikasi yang bisa menjamin seseorang pasti mendapatkan pekerjaan dalam 30 hari, enam tools berikut dapat membantu pencari kerja bekerja lebih efisien.
LinkedIn bukan hanya media sosial untuk pekerja profesional. Platform ini dapat digunakan untuk mencari lowongan sekaligus memperlihatkan pengalaman, pendidikan dan keterampilan kepada recruiter.
Pengguna juga bisa mengaktifkan Job Alert agar mendapatkan pemberitahuan ketika muncul lowongan yang sesuai dengan kriteria pencarian.
LinkedIn menyediakan notifikasi lowongan harian maupun mingguan melalui aplikasi dan email. Fitur Open to Work juga dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa pengguna sedang terbuka terhadap peluang baru.
Jadi, jangan hanya membuat akun kemudian membiarkannya kosong. Lengkapi foto, deskripsi diri, pengalaman, pendidikan, skill hingga portofolio.
Untuk pencari pekerjaan di Indonesia, Glints bisa menjadi salah satu platform yang rutin diperiksa.
Lowongan dapat disaring berdasarkan jenis pekerjaan seperti full-time, part-time, kontrak, freelance hingga internship.
Bahkan terdapat filter berdasarkan tingkat pengalaman, termasuk kategori tidak berpengalaman dan fresh graduate.
Fitur tersebut cukup membantu lulusan baru agar tidak membuang waktu membuka lowongan yang ternyata membutuhkan pengalaman bertahun-tahun.
Gunakan kata kunci pekerjaan yang spesifik. Daripada hanya mengetik "IT", misalnya, cobalah "Junior Web Developer", "UI UX Designer", atau "IT Support".
Jobstreet masih menjadi alternatif lain untuk mencari lowongan kerja di Indonesia.
Pengguna dapat melakukan pencarian berdasarkan posisi pekerjaan sekaligus menentukan kota atau wilayah yang diinginkan. Berbagai kategori pekerjaan juga tersedia, mulai dari akuntansi, administrasi, pendidikan, teknologi hingga penjualan.
Tipsnya, jangan terpaku pada satu nama posisi.
Seseorang dengan kemampuan desain misalnya dapat mencoba beberapa kata kunci seperti Graphic Designer, Content Designer, Social Media Designer maupun Creative Designer.
Semakin tepat kata kunci pencarian, semakin besar kemungkinan menemukan lowongan yang sesuai kemampuan.
Sebelum mengirim lamaran, dokumen yang harus diperhatikan adalah CV.
Canva menyediakan resume builder dengan berbagai template yang dapat diedit sesuai kebutuhan. Pengguna bisa mengganti teks, font, tata letak maupun elemen lainnya kemudian mengunduh hasilnya.
Namun jangan terlalu sibuk membuat CV terlihat ramai.
Untuk pekerjaan yang proses rekrutmennya menggunakan sistem otomatis, desain sederhana dan informasi yang mudah terbaca justru sering kali lebih aman.
Pastikan bagian pengalaman, pendidikan, skill dan kontak dapat ditemukan dengan mudah.
Kesalahan pencari kerja adalah menggunakan satu CV yang sama untuk puluhan posisi berbeda.
Padahal deskripsi dan keterampilan yang dicari setiap perusahaan dapat berbeda.
Jobscan menyediakan fitur untuk membandingkan isi resume dengan deskripsi pekerjaan. Platform tersebut dapat menunjukkan kata kunci dan keterampilan yang mungkin belum tercantum dalam CV.
Namun ini bukan berarti pelamar boleh menambahkan skill yang sebenarnya tidak dimiliki.
Gunakan hasil analisis hanya untuk memastikan pengalaman yang memang benar-benar dimiliki sudah dijelaskan menggunakan bahasa yang relevan dengan posisi tujuan.
Setelah melamar ke banyak perusahaan, masalah berikutnya biasanya muncul:
“Ini kemarin sudah dilamar atau belum?”
Di sinilah job tracker dapat membantu.
Huntr memiliki fitur untuk mencatat lowongan yang sedang diproses, aplikasi yang telah dikirim, kontak networking hingga dokumen seperti resume dan cover letter.
Dengan demikian pencari kerja dapat mengetahui perusahaan mana yang sudah dilamar, mana yang menunggu respons dan mana yang sudah masuk tahap interview.
Target mendapatkan pekerjaan dalam waktu cepat sebaiknya tidak dilakukan dengan mengirim CV secara sembarangan ke ratusan perusahaan.
Coba gunakan pola sederhana selama 30 hari.
Minggu pertama dapat digunakan untuk memperbaiki CV, portofolio dan LinkedIn. Minggu kedua mulai mencari serta mengirim lamaran yang benar-benar relevan.
Minggu ketiga bisa difokuskan untuk networking, mencari perusahaan baru dan mengevaluasi CV apabila belum mendapatkan respons.
Kemudian minggu keempat dapat digunakan untuk latihan interview sekaligus tetap mengirim lamaran baru.
Kuncinya bukan hanya berapa banyak CV yang dikirim, tetapi seberapa sesuai pengalaman dan kemampuan yang ditawarkan dengan kebutuhan perusahaan.
Dengan kombinasi LinkedIn, Glints, Jobstreet, Canva, Jobscan dan Huntr, proses pencarian kerja setidaknya dapat menjadi lebih rapi dan terarah.
Tidak ada tools yang menjamin langsung diterima kerja dalam 30 hari. Namun strategi yang tepat dapat membuat kesempatan mendapatkan panggilan interview menjadi lebih terbuka.