Latihan Beban Bisa Bikin Kulit Awet Muda? Ini Kata Peneliti Jepang!

Latihan Beban Bisa Bikin Kulit Awet Muda? Ini Kata Peneliti Jepang!

12 November 2025 | 00:26

Keboncinta.com- Selama ini kita familiar dengan gagasan bahwa latihan beban atau angkat beban adalah aktivitas fisik yang terutama bertujuan membentuk otot, menguatkan tubuh, menambah daya tahan, dan menjaga komposisi tubuh agar lebih “fit”. Namun ternyata, bagi perempuan modern yang memperhatikan keseluruhan aspek kesehatan dan penampilan (bukan hanya otot), ada kabar baik: latihan beban juga bermanfaat nyata bagi kondisi kulit, termasuk membuatnya tampak lebih muda, lebih kencang, dan sehat dari dalam.

Mengapa Perempuan Perlu Memperhatikan Kesehatan Kulit lewat Latihan

Perempuan sering menghadapi tekanan ganda: tuntutan karier, tanggung jawab pribadi/keluarga, dan perubahan tubuh seiring waktu (misalnya hormon, metabolisme, penuaan kulit). Di samping rutinitas skincare atau perawatan, aspek gaya hidup seperti aktivitas fisik juga ternyata memiliki peran penting.

Dengan kondisi ekonomi, gaya hidup, peningkatan stres, dan paparan lingkungan yang sering berubah, memilih aktivitas yang “multifungsi” seperti aktivitas yang tidak hanya membentuk otot tapi juga mendukung kesehatan kulit menjadi pilihan cerdas. Latihan beban mungkin selama ini dianggap “khusus pria” atau “sekadar kekuatan tubuh” saja, tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa perempuan pun bisa mendapat manfaat ekstra termasuk untuk kulit.

Penelitian Utama: Latihan Beban vs Latihan Aerobik untuk Kulit

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports (2023) oleh tim dari Ritsumeikan University, Jepang, meneliti efek dari dua jenis latihan yaitu latihan aerobik dan latihan beban (resistance training) terhadap kondisi kulit pada perempuan paruh baya. Studi ini melibatkan 61 perempuan usia paruh baya yang sebelumnya bersifat sedentary (kurang aktif). Selama 16 minggu, mereka dibagi menjadi dua kelompok, satu melakukan latihan aerobik (seperti lari atau bersepeda) dan satu lainnya melakukan latihan beban (resistance training).
Hasilnya:

  • Kedua jenis latihan (aerobik dan beban) terbukti meningkatkan elastisitas kulit dan memperbaiki struktur dermis bagian atas (upper dermal structure).

  • Namun yang menarik: hanya latihan beban yang terbukti meningkatkan ketebalan lapisan dermis (dermal thickness) — lapisan kulit dalam yang penting untuk kekencangan dan tampilan kulit muda.

  • Peneliti mencatat bahwa latihan beban menurunkan kadar beberapa faktor inflamasi (misalnya CCL28, CXCL4) yang beredar dalam darah, sekaligus merangsang ekspresi gen-gen dan protein seperti biglycan (BGN) yang terkait dengan matriks ekstraseluler dermis (ECM) — sehingga meningkatkan kualitas jaringan kulit dari dalam. 
    Dengan kata lain: jika kamu selama ini melakukan latihan beban demi otot, bonus yang tak terduga adalah kulit yang tampak lebih segar, lebih tebal, lebih kuat — efek yang secara ilmiah mulai terungkap.

Bagaimana Latihan Beban Mempengaruhi Kulit?

Untuk memahami “apa” dan “bagaimana” manfaatnya, kita bisa menelaah mekanisme yang disebutkan dalam penelitian:

1. Peningkatan Elastisitas & Perbaikan Struktur Kulit

Kulit kita terdiri dari beberapa lapisan, dengan dermis sebagai salah satu yang penting berisi kolagen, elastin, proteoglikan, dan elemen matriks ekstraseluler (ECM). Seiring bertambah usia, dermis cenderung menipis dan ECM menurun, yang berkontribusi terhadap garis-halus, kendur, dan tampilan kulit yang “menua”.

Penelitian menunjukkan bahwa baik aerobik maupun latihan beban meningkatkan elastisitas kulit (diukur menggunakan Cutometer) dan memperbaiki struktur dermis bagian atas (diukur dengan ultrasound dan parameter LEP: low echogenic pixels) yang berarti jaringan kulit menjadi lebih padat, terstruktur, dan responsif. 

2. Peningkatan Ketebalan Dermis melalui Latihan Beban

Yang membedakan adalah efek latihan beban pada ketebalan dermis. Dalam studi tersebut, kelompok yang melakukan resistance training menunjukkan peningkatan ketebalan dermis secara signifikan dibandingkan kelompok aerobik.

Peneliti berpendapat bahwa mekanisme ini melibatkan penurunan faktor-faktor inflamasi yang beredar dalam darah (contohnya CCL28, N,N-dimethylglycine, CXCL4) yang diketahui menekan ekspresi gen-gen ECM. Dengan faktor inflamasi turun, ekspresi gen seperti biglycan (BGN) naik, yang kemudian mendukung pembentukan jaringan dermis yang lebih tebal. 

Biglycan sendiri adalah proteoglikan yang membantu mendukung struktur kolagen dan elastin dalam dermis sehingga meningkatkan “kekuatan” dan ketahanan jaringan kulit.

3. Penurunan Peradangan Sistemik

Latihan beban tidak hanya memberi tekanan mekanis pada otot dan tulang, tetapi juga memengaruhi hormon, sitokin (cytokine), dan metabolit yang beredar dalam darah. Studi tersebut menunjukkan bahwa resistance training memiliki efek yang berbeda dibanding aerobik dalam mengubah profil sitokin dan hormon sistemik yang kemudian berdampak pada jaringan kulit. 

Contohnya, penurunan CCL28 yang diobservasi dalam penelitian ini diasosiasikan dengan peningkatan ekspresi gen ECM. Dengan kata lain: lingkungan internal tubuh yang lebih “low-inflamasi” membantu jaringan kulit memperbaiki dirinya sendiri.

4. Stimulasi Produksi Kolagen, Elastin & Komponen ECM

Latihan fisik terutama beban memicu mekanisme pembentukan otot dan jaringan pendukungnya melalui beban mekanik, hormon, dan faktor pertumbuhan. Ternyata, jaringan kulit juga “merespons” dengan meningkatkan ekspresi gen-gen seperti COL1A2, COL3A1 (kolagen), ‘‘HAS2’’ (hyaluronan synthase), ‘‘DCN’’ (decorin) dan VCAN (versican) yang merupakan bagian dari matriks ekstraseluler dermis. 

Dengan meningkatkan kolagen, elastin, dan proteoglikan di dermis, kulit menjadi lebih tebal, lebih kencang, dan tampak lebih muda secara visual.

Apa Artinya Bagi Perempuan yang Ingin Kulit Sehat dan Tampil Prima?

Bagi kamu, perempuan yang aktif bekerja, menghadapi tekanan hidup, pencapaian karier, sekaligus menjaga penampilan—hasil penelitian ini memiliki implikasi nyata:

• Latihan Beban = Investasi untuk Kulit

Bukan sekadar membentuk lengan atas atau meningkatkan kekuatan tubuh, latihan beban bisa dianggap sebagai “perawatan kulit dari dalam.” Dengan rutin melakukan resistance training, kamu memberi keuntungan ganda: tubuh lebih kuat dan kulit lebih sehat.

• Tidak Perlu Khawatir “Otot Besar”

Kadang perempuan enggan latihan beban karena takut jadi “terlalu berotot”. Tapi banyak program beban yang fokus pada kekuatan, toning, dan kualitas otot (bukan membesarkan secara maskulin). Dengan latihan yang tepat (beban ringan-sedang, repetisi menengah, teknik benar), banyak perempuan justru mendapatkan tubuh yang lean, kuat, dan kulit yang lebih segar.

• Lebih Efisien dari Segi Waktu & Hasil Ganda

Daripada hanya fokus ke perawatan luar (skincare, krim, masker) yang memang penting, menambahkan aktivitas fisik yang punya efek “internal” seperti latihan beban memberikan hasil yang lebih menyeluruh kesehatan tubuh ditambah penampilan kulit.

Artinya, rutin latihan beban 2-3x per minggu bisa jadi bagian penting dari rutinitas kebugaran kamu.

Kulit mulai menua dan dermis mulai menipis seiring waktu. Semakin cepat kita mulai menjaga jaringan kulit dari dalam, semakin besar peluang tampil lebih muda di usia yang lebih matang. Jika kamu belum rutin latihan beban, ini saat yang tepat untuk memulainya.***

Tags:
Latihan Beban untuk Kesehatan Kulit Manfaat Resistance Training bagi Perempuan Kulit Awet Muda dengan Latihan Beban Penelitian Ritsumeikan University

Komentar Pengguna