Pendidikan
Hilmi An Naufal

Lebih dari 341 Ribu Guru Non-ASN dan Pendidik PAUD Dapat Insentif hingga Rp2,4 Juta

Lebih dari 341 Ribu Guru Non-ASN dan Pendidik PAUD Dapat Insentif hingga Rp2,4 Juta

11 September 2026 | 09:11

KEBONCINTA.COM – Kabar baik datang bagi guru non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) dan pendidik PAUD nonformal. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan insentif dan bantuan subsidi upah kepada ratusan ribu tenaga pendidik di Indonesia.

Berdasarkan informasi resmi Kemendikdasmen, program tersebut menyasar lebih dari 341 ribu guru non-ASN dan pendidik PAUD nonformal.

Guru non-ASN yang belum mempunyai sertifikat pendidik memperoleh insentif sebesar Rp2,1 juta per tahun.

Sementara itu, pendidik PAUD nonformal memperoleh bantuan subsidi upah atau BSU sebesar Rp2,4 juta per tahun.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap tenaga pendidik yang selama ini ikut memberikan layanan pendidikan tetapi belum memiliki status sebagai ASN.

Bagi sebagian guru honorer, tambahan penghasilan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan mengajar.

Kemendikdasmen menjelaskan bahwa dana bantuan disalurkan melalui rekening yang disiapkan bagi penerima. Guru yang terdaftar sebagai penerima perlu memperhatikan informasi melalui kanal resmi, termasuk Info GTK, berkaitan dengan proses aktivasi maupun pencairan.

Pemerintah juga menggunakan pemadanan sejumlah basis data untuk memastikan bantuan diberikan kepada penerima yang memenuhi kriteria.

Selain memberikan bantuan kesejahteraan, pemerintah mendorong guru non-ASN untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.

Salah satu jalur yang dapat ditempuh adalah mengikuti Pendidikan Profesi Guru atau PPG. Program tersebut menjadi bagian penting bagi guru untuk memperoleh sertifikat pendidik dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Peningkatan kesejahteraan guru memang masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan Indonesia, terutama bagi pendidik non-ASN yang bekerja di sekolah dengan kemampuan pembiayaan berbeda-beda.

Karena itu, dukungan pemerintah melalui insentif maupun program peningkatan kompetensi diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik juga berkaitan erat dengan kualitas pendidikan. Guru yang mendapatkan dukungan memadai diharapkan dapat semakin fokus memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna