Berita
Admin

Lowongan Kerja Global Melimpah, Mengapa Tenaga Kerja Indonesia Masih Minim?

Lowongan Kerja Global Melimpah, Mengapa Tenaga Kerja Indonesia Masih Minim?

24 Desember 2025 | 11:14

Keboncinta.com-- Ketatnya persaingan kerja di dalam negeri membuat semakin banyak generasi muda Indonesia mulai melirik peluang karier di luar negeri. Di saat lapangan kerja lokal semakin terbatas, kebutuhan tenaga kerja global justru terus meningkat, terutama di sektor-sektor strategis.

Kondisi ini membuka kesempatan besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk bersaing di pasar internasional.

Data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menunjukkan bahwa pada 2025 tersedia sekitar 1,6 hingga 1,7 juta job order dari berbagai negara.

Namun, peluang besar tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Hingga kini, jumlah tenaga kerja yang berhasil mengisi lowongan tersebut masih berkisar pada puluhan hingga ratusan ribu orang.

Baca Juga: Awal Tahun Terasa Berbeda? Coba Cara Sederhana Menata Rumah agar Lebih Nyaman dan Produktif

Chairman Punya Skill Academy, Abdul Rozzak Junaidi, menilai situasi ini menjadi bukti bahwa pasar kerja global masih sangat terbuka lebar.

Menurutnya, kesempatan bekerja di luar negeri tidak hanya terpusat pada satu sektor atau negara, tetapi tersebar di berbagai bidang dan kawasan.

Ia menyebutkan sejumlah negara yang membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia, mulai dari Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Jepang, Kuwait, hingga Selandia Baru.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Global Career Outlook 2026 yang digelar di Merial Syariah Boutique Hotel, Senin (22/12/2025).

Jepang, lanjut Abdul, menjadi salah satu negara dengan kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi, khususnya di sektor caregiver.

Selain itu, permintaan juga meningkat pada bidang teknologi dan digital, terutama di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Awal Tahun Bukan Sekadar Resolusi: Strategi Sederhana Ini Bisa Bikin Hidup Lebih Produktif

Negara seperti Arab Saudi dan Kuwait disebut membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian teknologi yang mumpuni.

Sementara itu, di kawasan Eropa, khususnya Jerman, peluang terbuka bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki keahlian pengelasan atau welder sesuai standar internasional.

Abdul menjelaskan, penyelenggaraan Global Career Outlook 2026 merupakan respons atas kegelisahan banyak pencari kerja di Tanah Air yang kesulitan bersaing.

Selain persoalan kompetensi, pembiayaan menjadi tantangan utama bagi calon pekerja migran.

Untuk mengatasi kendala tersebut, sektor perbankan turut dilibatkan guna memperkenalkan skema Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI) sebagai solusi pendanaan bagi calon tenaga kerja yang ingin berangkat ke luar negeri.

Baca Juga: Libur Nataru 2025, BRI Pastikan Transaksi Aman lewat BRImo, ATM, hingga BRILink

Lebih jauh, Abdul menegaskan bahwa kesiapan bekerja di luar negeri tidak cukup hanya mengandalkan hard skill atau nilai akademik tinggi. Banyak lulusan berprestasi justru kurang kompetitif karena lemahnya soft skill.

Kemampuan berpikir analitis, komunikasi, serta penguasaan bahasa Inggris masih menjadi tantangan besar. Bahkan, bahasa Inggris dinilai tetap penting meski bekerja di negara non-Inggris.

Di negara-negara Timur Tengah, misalnya, bahasa Inggris justru lebih dibutuhkan dibanding bahasa lokal.

Dengan peluang global yang masih terbuka luas, generasi muda Indonesia dituntut mempersiapkan diri secara menyeluruh, mulai dari keterampilan teknis, soft skill, kemampuan bahasa, kesiapan mental, hingga dukungan pembiayaan agar mampu bersaing dan sukses di pasar kerja internasional.***

Tags:
berita nasional Kesiapan Kerja Siap Kerja

Komentar Pengguna