Pendidikan
Hilmi An Naufal

LPDP Jakarta 2027 Siapkan 100 Beasiswa S2-S3 ke 11 Negara, Anggaran Rp99,9 Miliar

LPDP Jakarta 2027 Siapkan 100 Beasiswa S2-S3 ke 11 Negara, Anggaran Rp99,9 Miliar

06 Agustus 2026 | 07:04

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan program beasiswa pascasarjana untuk membantu warga Jakarta melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.

Program yang direncanakan mulai berjalan pada 2027 tersebut akan dikembangkan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP. Pemprov DKI telah merancang anggaran sekitar Rp99,9 miliar dengan target awal sebanyak 100 penerima beasiswa.

Dari jumlah tersebut, 70 kuota diproyeksikan untuk mahasiswa jenjang magister atau S2. Sebanyak 30 kuota lainnya disiapkan bagi mahasiswa program doktor atau S3.

Namun, program ini belum memasuki tahap pendaftaran. Mekanisme seleksi, persyaratan calon penerima, daftar perguruan tinggi, dan rincian pembiayaan masih dibahas bersama LPDP pusat serta organisasi perangkat daerah terkait.

Anggaran Rp99,9 miliar masuk rancangan 2027

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyampaikan rencana anggaran tersebut dalam rapat bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta pada 27 Juli 2026.

Program LPDP Jakarta dirancang sebagai skema beasiswa untuk pendidikan S2 dan S3 di luar negeri. Anggaran yang disiapkan diproyeksikan membiayai 100 orang, tetapi jumlah akhirnya tetap bergantung pada hasil seleksi dan mekanisme yang disepakati.

Karena program tersebut baru pertama kali dijalankan Pemprov DKI, pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan LPDP mengenai tata kelola, proses seleksi, penetapan penerima, pembiayaan, dan pengawasan selama peserta menjalani pendidikan.

Koordinasi ini penting agar program daerah tidak berjalan terpisah dari standar pengelolaan beasiswa nasional yang telah diterapkan LPDP.

Kuota dibagi untuk mahasiswa S2 dan S3

Rancangan terbaru membagi 100 kuota penerima menjadi dua jenjang pendidikan.

Sebanyak 70 orang direncanakan memperoleh pembiayaan untuk program magister. Sementara 30 orang lainnya diproyeksikan melanjutkan pendidikan doktoral.

Pembagian tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan tenaga profesional dengan pendidikan magister, tetapi juga peneliti dan tenaga ahli pada tingkat doktor.

Meski demikian, pemerintah belum mengumumkan apakah seluruh kuota akan dibuka dalam satu tahap atau dibagi ke beberapa gelombang seleksi.

Persyaratan usia, IPK, kemampuan bahasa, pengalaman kerja, surat penerimaan kampus, dan kewajiban kembali ke Jakarta juga belum diumumkan secara resmi.

Daftar 11 negara tujuan LPDP Jakarta

Penerima program direncanakan dapat melanjutkan pendidikan di 11 negara berikut:

  1. Amerika Serikat
  2. Australia
  3. Belanda
  4. Inggris
  5. Jepang
  6. Jerman
  7. Korea Selatan
  8. Prancis
  9. Singapura
  10. China
  11. Rusia

Daftar negara tersebut disusun berdasarkan kajian awal mengenai kebutuhan pembangunan dan sumber daya manusia Jakarta. Pemerintah masih dapat mematangkan pilihan negara, kampus, dan program studi melalui koordinasi lanjutan bersama LPDP.

Kesebelas negara tersebut mempunyai perguruan tinggi dan pusat penelitian dalam berbagai bidang, mulai dari teknologi, transportasi, tata kota, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga kebijakan publik.

Namun, tidak berarti peserta nantinya bebas memilih seluruh kampus dan program studi di negara tersebut. Pemerintah dapat menetapkan daftar perguruan tinggi dan jurusan tertentu dalam pedoman resmi.

Program studi disesuaikan dengan kebutuhan Jakarta

Pemprov DKI menyatakan program studi penerima akan diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan Jakarta dan kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah.

Pendekatan ini membuat LPDP Jakarta berbeda dari beasiswa yang sepenuhnya membebaskan peserta menentukan bidang pendidikan.

Pemerintah diperkirakan akan memprioritaskan bidang yang dapat mendukung pengembangan Jakarta sebagai kota global. Akan tetapi, daftar jurusan prioritas belum diterbitkan sehingga calon pendaftar perlu menunggu pengumuman resmi.

Penetapan bidang yang tepat menjadi penting agar lulusan tidak hanya memperoleh gelar, tetapi juga mempunyai kesempatan menerapkan pengetahuannya untuk menyelesaikan persoalan kota.

Jakarta membutuhkan tenaga ahli dalam berbagai bidang, seperti layanan publik, pengelolaan lingkungan, transportasi, pembangunan perkotaan, transformasi digital, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi.

Daftar tersebut merupakan gambaran kebutuhan umum sebuah kota besar, bukan daftar resmi program studi LPDP Jakarta.

Target penerima sempat disebut 50 sampai 75 orang

Sebelum rincian 100 kuota disampaikan dalam rapat bersama DPRD, Pemprov DKI pernah menyatakan program tahap awal diproyeksikan memberangkatkan sekitar 50 sampai 75 mahasiswa ke luar negeri mulai 2027.

Pernyataan itu dimuat dalam siaran pers resmi Pemprov DKI pada Juli 2026. Pemerintah saat itu menyebut program diprioritaskan bagi warga ber-KTP Jakarta yang telah diterima di perguruan tinggi bereputasi, terutama dari keluarga kurang mampu.

Dalam pembahasan anggaran berikutnya, target tersebut berkembang menjadi 100 penerima, terdiri atas 70 mahasiswa S2 dan 30 mahasiswa S3.

Perbedaan angka itu menunjukkan program masih berada dalam tahap perencanaan. Jumlah final perlu merujuk pada peraturan, petunjuk teknis, atau pengumuman seleksi yang nantinya diterbitkan pemerintah.

Ada rencana kesempatan khusus bagi anak Betawi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyampaikan rencana menyediakan kesempatan khusus bagi anak-anak Betawi berprestasi.

Kebijakan itu dipandang sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat Betawi agar memiliki akses lebih besar terhadap pendidikan tinggi di luar negeri.

Namun, pemerintah belum menjelaskan jumlah kuota khusus, kriteria yang digunakan, serta dokumen yang diperlukan untuk membuktikan kelayakan peserta.

Program tetap perlu menggunakan seleksi akademik dan mekanisme yang transparan agar seluruh penerima benar-benar mempunyai kemampuan menyelesaikan pendidikan.

Pemerintah juga perlu menjelaskan hubungan kuota khusus tersebut dengan kuota umum, afirmasi keluarga kurang mampu, dan penerima program pendidikan Jakarta lainnya.

Apakah LPDP Jakarta sudah membuka pendaftaran?

Hingga informasi terbaru diterbitkan, pendaftaran LPDP Jakarta 2027 belum dibuka.

Pemprov DKI masih berkoordinasi dengan LPDP pusat mengenai mekanisme pelaksanaan. Daftar persyaratan, jadwal seleksi, kampus tujuan, pembiayaan, dan formulir pendaftaran belum diumumkan.

Calon peserta sebaiknya tidak mengisi formulir atau mentransfer uang kepada pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan pendaftaran.

Informasi resmi nantinya perlu diperiksa melalui kanal Pemprov DKI Jakarta, Dinas Pendidikan DKI, LPDP, dan lembaga pemerintah yang terlibat.

Warga juga perlu membedakan program LPDP Jakarta dengan seleksi Beasiswa LPDP nasional. Keduanya dapat mempunyai persyaratan, kuota, dan jadwal yang berbeda.

Calon pendaftar dapat mulai mempersiapkan diri

Walaupun persyaratan resmi belum diumumkan, calon peserta dapat mulai memperkuat kemampuan akademik dan bahasa asing.

Persiapan umum yang biasanya bermanfaat untuk beasiswa luar negeri meliputi peningkatan nilai akademik, penelitian kampus tujuan, latihan menulis rencana studi, dan persiapan tes bahasa.

Calon mahasiswa doktor juga dapat mulai menentukan bidang penelitian serta mencari dosen atau kelompok riset yang sesuai.

Namun, dokumen tersebut belum tentu menjadi persyaratan resmi LPDP Jakarta. Peserta tetap harus menyesuaikannya setelah petunjuk teknis diterbitkan.

Jangan langsung mengikuti kursus atau membayar layanan tertentu hanya berdasarkan informasi yang belum dikonfirmasi pemerintah.

Pembiayaan perlu dijelaskan secara terbuka

Anggaran Rp99,9 miliar merupakan nilai yang besar sehingga rincian penggunaannya perlu dijelaskan kepada masyarakat.

Pemerintah perlu menerangkan komponen apa saja yang ditanggung, misalnya biaya kuliah, biaya hidup, perjalanan, visa, asuransi, penelitian, buku, dan kebutuhan akademik lainnya.

Kepastian juga dibutuhkan mengenai lama pembiayaan, standar biaya untuk setiap negara, serta ketentuan apabila peserta terlambat menyelesaikan pendidikan.

Transparansi akan membantu calon peserta memahami fasilitas yang diterima sekaligus memungkinkan masyarakat mengawasi penggunaan anggaran daerah.

Pemerintah juga perlu mempunyai mekanisme untuk memastikan penerima menyelesaikan studi dan memberikan kontribusi setelah kembali.

Penerima diharapkan mendukung pembangunan Jakarta

Program beasiswa daerah sebaiknya tidak berhenti pada pemberian biaya kuliah.

Penerima perlu mempunyai rencana kontribusi yang jelas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Jakarta.

Kontribusi dapat dilakukan melalui pelayanan publik, penelitian, pengembangan teknologi, pendidikan, kewirausahaan, atau pekerjaan profesional yang memberikan manfaat bagi kota.

Pemerintah dapat membangun jaringan alumni dan menyediakan ruang bagi lulusan untuk bekerja sama dengan dinas, perguruan tinggi, BUMD, komunitas, dan sektor swasta.

Dengan pendekatan tersebut, investasi pendidikan tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga menghasilkan pengetahuan dan inovasi untuk masyarakat.

Menunggu petunjuk resmi program

LPDP Jakarta 2027 dapat menjadi peluang penting bagi warga yang ingin melanjutkan pendidikan magister dan doktor di luar negeri.

Pemprov DKI telah merancang anggaran Rp99,9 miliar dan memproyeksikan 100 penerima di 11 negara. Namun, seluruh rincian masih perlu dimatangkan sebelum seleksi dibuka.

Calon pendaftar disarankan memantau kanal pemerintah dan tidak hanya mengandalkan informasi dari unggahan media sosial.

Pengumuman resmi nantinya harus menjadi rujukan untuk mengetahui jadwal, persyaratan, jurusan prioritas, kampus tujuan, serta cara mendaftar.

Sumber informasi: detikEdu, detikNews, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Artikel ini ditulis dengan judul, struktur, pembahasan, dan susunan kalimat baru.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna