JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional membuka kesempatan magang riset atau Praktik Kerja Lapangan bagi mahasiswa yang tertarik mempelajari oseanologi dan penelitian kelautan.
Program tersebut terbuka bagi mahasiswa jenjang D3, D4, dan S1. Peserta akan mengikuti kegiatan selama kurang lebih tiga bulan bersama peneliti di lingkungan Pusat Riset Oseanografi BRIN.
Mahasiswa dapat memilih satu dari enam kelompok riset yang tersedia. Bidangnya mencakup dinamika laut tropis, gelombang dan turbulensi, kesehatan laut, biosfer laut, proses pesisir, hingga pencemaran plastik dan pemulihan ekosistem.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem E-Layanan Sains atau ELSA BRIN. Calon peserta perlu menyiapkan dokumen akademik dan proposal sebelum memilih topik yang sesuai dengan minatnya.
Peserta yang dinyatakan diterima akan menjalani kegiatan magang selama kurang lebih tiga bulan.
Dalam periode tersebut, mahasiswa berkesempatan mempelajari proses penelitian bersama periset BRIN. Bentuk kegiatannya dapat disesuaikan dengan kelompok riset, topik, kebutuhan proyek, serta fasilitas yang tersedia.
Kegiatan magang riset berbeda dari magang administrasi biasa. Peserta dapat terlibat dalam proses seperti membaca literatur ilmiah, membantu pengumpulan data, mengolah hasil pengamatan, mempelajari penggunaan peralatan, atau menyusun laporan penelitian.
Keterlibatan dalam ekspedisi maupun kegiatan lapangan tetap bergantung pada kebutuhan proyek, jadwal penelitian, kemampuan peserta, serta pertimbangan keselamatan. Karena itu, mahasiswa tidak sebaiknya menganggap seluruh peserta pasti diberangkatkan dalam ekspedisi laut.
Kesempatan ini dapat diikuti mahasiswa dari tiga jenjang pendidikan, yaitu:
Pengumuman yang dirujuk tidak menyebut satu jurusan tertentu sebagai satu-satunya kelompok yang diperbolehkan mendaftar. Namun, peserta tetap perlu memilih topik yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, kemampuan, dan rencana akademiknya.
Mahasiswa Ilmu Kelautan dan Oseanografi tentu mempunyai hubungan langsung dengan program tersebut. Kesempatan juga dapat relevan bagi mahasiswa Biologi, Kimia, Fisika, Geologi, Perikanan, Statistika, Matematika, Teknik Lingkungan, Informatika, dan bidang lain apabila kompetensinya sesuai dengan topik riset.
Kesesuaian jurusan tidak cukup ditentukan dari nama program studi. Mahasiswa sebaiknya memeriksa deskripsi topik dan keterampilan yang dibutuhkan sebelum mengajukan proposal.
BRIN menawarkan enam kelompok riset yang dapat dipilih calon peserta. Setiap kelompok mempunyai fokus kajian yang berbeda.
STRONG merupakan singkatan dari Studies of Tropical Regional Oceanography through In-situ Observation and Modelling.
Kelompok ini mempelajari oseanografi regional di kawasan tropis melalui pengamatan langsung dan pemodelan. Topiknya dapat berkaitan dengan arus laut, suhu, salinitas, sirkulasi perairan, dan hubungan laut dengan atmosfer.
Mahasiswa yang memiliki minat pada oseanografi fisik, pemodelan, matematika, pengolahan data, atau pengamatan lapangan dapat mempertimbangkan kelompok ini.
WETRUST merupakan singkatan dari Waves, Eddies, Turbulent Mixing and Particle Trajectory Studies.
Fokusnya mencakup gelombang, pusaran laut, percampuran turbulen, serta pergerakan partikel di dalam perairan.
Kajian tersebut mempunyai manfaat dalam memahami pergerakan massa air, penyebaran material, dinamika pesisir, dan proses fisik lain di laut.
HOMS merupakan kependekan dari Health of Ocean under Multiple Stressors.
Kelompok ini mempelajari kondisi kesehatan laut ketika menghadapi berbagai tekanan secara bersamaan. Tekanan tersebut dapat berasal dari perubahan iklim, peningkatan suhu, pencemaran, aktivitas manusia, maupun perubahan lingkungan lainnya.
Mahasiswa yang tertarik pada kesehatan ekosistem, biologi laut, kimia lingkungan, dan konservasi dapat mempelajari topik yang tersedia pada kelompok ini.
IMBeR merupakan singkatan dari Integrated Marine Biosphere Research.
Kelompok ini mengkaji biosfer laut secara terintegrasi. Penelitian dapat mencakup organisme, ekosistem, hubungan antara komponen biologis dan lingkungan, serta perubahan yang terjadi di perairan.
Kajian biosfer laut membutuhkan pendekatan lintas bidang karena kehidupan di laut dipengaruhi oleh faktor fisika, kimia, biologi, dan aktivitas manusia.
CORES merupakan kependekan dari Coastal Processes.
Kelompok ini berfokus pada proses yang berlangsung di kawasan pesisir. Contohnya mencakup perubahan garis pantai, sedimentasi, erosi, gelombang, arus, dan interaksi aktivitas manusia dengan lingkungan pesisir.
Topik tersebut relevan dengan pengelolaan kawasan pantai, pembangunan pesisir, mitigasi bencana, dan perlindungan ekosistem.