Keboncinta.com-- Banyak orang merasa sulit menolak makanan manis. Setelah makan satu potong kue, rasanya ingin menambah lagi. Minum satu gelas minuman manis terasa belum cukup. Bahkan ada yang mengaku suasana hati terasa lebih baik setelah makan cokelat atau permen. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan atau soal selera, tetapi berkaitan langsung dengan cara kerja otak manusia.
Gula memang memiliki efek yang cukup kuat pada otak. Ketika seseorang mengonsumsi makanan manis, tubuh tidak hanya sekadar mendapatkan energi. Otak juga meresponsnya dengan cara yang membuat kita merasa senang dan nyaman. Respons inilah yang secara perlahan bisa menimbulkan kebiasaan, bahkan ketergantungan.
Di dalam otak terdapat sistem penghargaan yang mengatur rasa senang dan kepuasan. Sistem ini bekerja melalui zat kimia yang disebut dopamin. Dalam dunia ilmu saraf, dopamin dikenal sebagai zat yang memicu perasaan senang, puas, dan termotivasi. Ketika kita melakukan sesuatu yang menyenangkan seperti makan makanan favorit otak akan melepaskan dopamin.
Menariknya, konsumsi gula dapat memicu pelepasan dopamin dengan cukup kuat. Hal ini melibatkan bagian otak yang disebut Nucleus Accumbens, yaitu area yang berperan penting dalam sistem penghargaan dan rasa nikmat. Ketika bagian ini aktif, otak mencatat pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang menyenangkan dan layak diulang.
Di sinilah awal mula kebiasaan makan manis terbentuk. Otak belajar bahwa makanan manis memberikan rasa nyaman. Lama-kelamaan, dorongan untuk mengonsumsi gula muncul bukan hanya karena lapar, tetapi karena otak menginginkan sensasi tersebut lagi.
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa efek gula pada sistem penghargaan otak memiliki kemiripan dengan cara kerja zat adiktif. Bukan berarti gula sama dengan narkoba, tetapi mekanisme yang terjadi di otak memiliki pola yang serupa. Konsumsi gula berulang dapat membuat otak terbiasa dengan lonjakan dopamin, sehingga kita membutuhkan lebih banyak gula untuk mendapatkan rasa puas yang sama.
Itulah sebabnya seseorang yang sering makan makanan manis cenderung semakin sulit menguranginya. Awalnya mungkin hanya satu sendok gula dalam minuman. Lama-kelamaan terasa kurang manis, sehingga ditambah lagi. Tanpa disadari, jumlah gula yang dikonsumsi meningkat sedikit demi sedikit.