Keboncinta.com-- Bahasa Indonesia memiliki sejarah panjang, salah satunya berasal dari karya sastra lama, seperti hikayat. Dalam teks hikayat, sering dijumpai kata arkais, yaitu kata-kata kuno yang jarang digunakan di masa kini. Pada pembelajaran bahasa Indonesia, materi teks hikayat membantu siswa mengenal bahasa lama sekaligus menjaga warisan budaya.
Makna Kata Arkais
Kata arkais berasal dari bahasa Yunani archaios, yang berarti “kuno” atau “lama”. Secara umum, kata arkais adalah kata atau ungkapan yang sudah tidak digunakan lagi dalam bahasa sehari-hari, tetapi pernah populer pada masa lampau. Contoh kata arkais yang kita jumpai dalam teks hikayat antara lain: titah, ditoreh, inang, hatta, dan sebagainya.
Perbedaan Kata Arkais dengan Kata Baku
Dari segi penggunaan, kata arkais jarang digunakan di zaman sekarang, sedangkan bahasa baku digunakan secara resmi dalam bahasa modern. Misalnya:
Contoh Kata Arkais dalam Teks Hikayat Indra Bangsawan
Berikut beberapa contoh kata arkais beserta maknanya:
Dengan mempelajari hikayat, siswa tidak hanya mengenal bahasa kuno yang kini jarang digunakan, tetapi juga dapat melestarikan bahasa dan warisan sastra klasik Nusantara. Hal ini membantu menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia dan sejarahnya.
Pentingnya Memahami Kata Arkais
Kata arkais dalam teks hikayat bukan sekadar kata lama, tetapi bagian penting dari perjalanan bahasa Indonesia. Dengan mempelajari kata-kata arkais, generasi muda dapat lebih menghargai kekayaan bahasa dan budaya leluhur. Lebih dari itu, pemahaman terhadap kata arkais memungkinkan kita merasakan keindahan bahasa dan budaya masa lampau yang membentuk identitas bangsa.