Sejarah
Admin

Mengenal Sosok Vlad Tepes, Inspirasi Tokoh Misteri Drakula dan Musuh Tangguh Kesultanan Ottoman

Mengenal Sosok Vlad Tepes, Inspirasi Tokoh Misteri Drakula dan Musuh Tangguh Kesultanan Ottoman

17 Desember 2025 | 20:27

Keboncinta.com-- Nama Vlad Tepes atau Vlad the Impaler dikenal luas sebagai inspirasi tokoh Dracula ciptaan Bram Stoker pada abad ke-19.

Namun di balik mitos vampir yang berkembang di dunia Barat, Vlad Tepes adalah sosok nyata: seorang Pangeran Wallachia abad ke-15 yang terlibat konflik berdarah melawan Kesultanan Ottoman, imperium Islam terbesar di Eropa Timur kala itu.

Kata “Dracula” sendiri berasal dari bahasa Rumania yang berarti anak dari Dracul. Julukan ini merujuk pada ayah Vlad, yakni Vlad II Dracul, penguasa Wallachia sebelumnya.

Meski Vlad Dracul bukan vampir, nama dan reputasinya menjadi bagian penting dari legenda yang kelak membentuk mitologi Dracula.

Vlad Tepes memang terkenal karena metode hukuman yang kejam, terutama impalement atau penusukan hidup-hidup.

Baca Juga: Berikut ini Cara Aman Menghapus Password BIOS Laptop Tanpa Risiko Gagal Booting, Gen Z Harus Tahu!

Namun, di balik reputasi tersebut, ia adalah penguasa kecil yang berjuang mempertahankan kemerdekaan wilayahnya di tengah tekanan dua kekuatan besar: Hungaria di barat dan Ottoman di timur.

Pada pertengahan abad ke-15, Kesultanan Ottoman berada dalam masa ekspansi besar. Setelah menaklukkan Konstantinopel pada 1453 M, Sultan Mehmed II mulai memperluas pengaruh ke Balkan, termasuk Wallachia yang dipimpin Vlad Tepes.

Ironisnya, Vlad muda pernah menjadi sandera di istana Ottoman bersama adiknya, Radu, sebagai jaminan kesetiaan ayah mereka kepada Sultan.

Pengalaman ini membentuk pandangan Vlad tentang kekuatan Ottoman dan kemungkinan turut memicu kebenciannya di kemudian hari.

Setelah naik takhta, Vlad menolak tunduk sepenuhnya pada Ottoman. Pada 1461, Sultan Mehmed II menuntut upeti dan pasukan dari Wallachia.

Baca Juga: Hak Pensiun Disamakan UU ASN 2023, Ini Alasan PNS Tetap Jadi Pilihan Favorit Pelamar

Vlad menolak mentah-mentah, bahkan menangkap dan membunuh utusan Sultan yang datang menagih upeti.

Tak berhenti di situ, Vlad melancarkan serangan mendadak ke wilayah Ottoman di selatan Sungai Danube.

Dalam penyerangan tersebut, ribuan tentara dan warga sipil Ottoman tewas. Sekitar 20.000 orang dieksekusi dengan cara impalement, menciptakan teror psikologis yang luar biasa.

Sebagai balasan, Sultan Mehmed II memimpin langsung invasi besar ke Wallachia pada 1462 M dengan pasukan lebih dari 90.000 orang.

Vlad hanya memiliki sekitar 30.000 prajurit, namun ia memilih strategi gerilya: merusak logistik musuh, meracuni sumur, dan melancarkan serangan malam.

Salah satu momen paling terkenal adalah Serangan Malam di Târgoviște, ketika Vlad menyusup ke perkemahan Ottoman dengan tujuan membunuh Sultan.

Baca Juga: Jangan Dulu ke Tempat Servis! Tak Perlu Aplikasi, Begini Cara Hapus Password Windows 10

Misi itu gagal, tetapi berhasil menimbulkan kekacauan besar dan mempermalukan pasukan Ottoman.

Saat Sultan mendekati ibu kota Wallachia, ia disambut pemandangan mengerikan: “hutan orang ditusuk”, ribuan mayat musuh yang dipancang di sepanjang jalan. Konon, pemandangan ini membuat Mehmed II memilih menarik mundur pasukannya.

Meski berhasil menghalau Ottoman, kekuasaan Vlad tidak bertahan lama. Ia dikhianati oleh bangsawan Wallachia dan digantikan oleh adiknya sendiri, Radu cel Frumos, yang didukung Sultan Ottoman. Vlad melarikan diri ke Hongaria, namun justru dipenjara selama beberapa tahun.

Ia sempat kembali berkuasa pada 1476, tetapi tak lama kemudian tewas dalam pertempuran, kemungkinan akibat pengkhianatan politik.

Baca Juga: Gemini Bakal Punya Fitur Anotasi Gambar, Edit Visual Jadi Lebih Cepat dan Presisi

Dengan demikian berakhirlah hidup Vlad Tepes—tokoh nyata yang lebih kompleks daripada sekadar legenda horor.

Vlad Tepes bukan hanya simbol kekejaman, tetapi juga contoh ekstrem dari perlawanan kecil terhadap kekuatan imperium besar, menggunakan taktik militer cerdik yang meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Eropa Timur.***

Tags:
Sejarah Sejarah Islam sejarah dunia

Komentar Pengguna