Rasulullah Selalu Menyapa Terlebih Dahulu: Pelajaran tentang Rendah Hati

Rasulullah Selalu Menyapa Terlebih Dahulu: Pelajaran tentang Rendah Hati

22 November 2025 | 15:51

Keboncinta.com--   Salah satu akhlak mulia Rasulullah SAW yang sering luput kita teladani adalah kebiasaannya menyapa terlebih dahulu. Dalam banyak riwayat, disebutkan bahwa beliau tidak pernah menunggu orang lain mendahuluinya. Beliau menyapa anak kecil, orang tua, sahabat, bahkan orang asing yang baru ditemui. Dari kebiasaan sederhana ini, lahirlah pelajaran besar tentang kerendahan hati.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi) Dan salah satu bentuk akhlak tersebut adalah memulai salam dan sapaan. Akhlak ini menunjukkan bahwa kedudukan yang tinggi tidak membuat seseorang merasa lebih dari lainnya. Bahkan, semakin tinggi derajat seseorang, semakin ia merendah.

Menyapa terlebih dahulu juga menjadi cara Rasulullah menanamkan rasa dihargai. Beliau memberikan perhatian penuh kepada siapa pun yang ditemuinya. Ketika bersalaman, beliau tidak melepas tangannya sebelum orang itu yang melepaskan. Ketika berbicara, beliau menatap dengan penuh perhatian. Semua itu dimulai dari sapaan yang lembut dan tulus.

Sikap ini menunjukkan bahwa kerendahan hati bukan hanya soal ucapan, tetapi perilaku yang konsisten. Rasulullah tidak pernah memilih-milih siapa yang pantas disapa. Entah orang kaya, miskin, tua, muda, bahkan pembantu—semua diperlakukan dengan hormat yang sama. Itulah akhlak seorang pemimpin yang besar bukan karena kekuasaan, tetapi karena hatinya.

Di zaman sekarang, sapaan sering dianggap sepele. Kita sibuk dengan ponsel, terburu-buru, atau merasa gengsi untuk memulai salam. Padahal, menyapa bisa membuka pintu silaturahmi, menghapus jarak, dan menumbuhkan rasa saling menghargai.

Dari Rasulullah, kita belajar bahwa kerendahan hati tercermin dari hal-hal kecil: sebuah salam, senyum, atau sapaan hangat. Kebiasaan memulai salam bukan hanya sunnah, tetapi cara menyebarkan kedamaian. Dan setiap kedamaian yang kita sebarkan adalah jejak kebaikan yang mengikuti teladan beliau.

Contributor: Tegar Bagus Pribadi

Tags:
Khazanah Islam Akhlak mulia Cinta Allah dan Rasulullah Teladan

Komentar Pengguna