Keboncinta.com-- Kaum remaja punya tugas untuk menggapai apa yang dicita-citakan dalam hidupnya. Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat peran remaja sebagai agen perubahan dalam membangun generasi tangguh, berkarakter, dan bebas dari perilaku berisiko.
Salah satu langkah nyata adalah penyelenggaraan Peer Educator Bimbingan Remaja yang digelar di Surabaya pada Rabu (5/11/2025). Program ini melibatkan 369 remaja dari tujuh provinsi, yakni Medan, NTB, Lampung, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk melahirkan duta remaja yang mampu menjadi perpanjangan tangan Kemenag dalam edukasi teman sebaya.
Baca Juga: Khalifah Abu Bakar dan Misi Menyatukan Umat Islam Kembali melalui Perang Riddah
“Sebagai duta, mereka memiliki semangat dan pengalaman untuk mencegah perkawinan anak serta seks pranikah. Ini tugas yang sangat mulia,” ujar Zayadi saat membuka kegiatan.
Menurutnya, pendekatan sebaya terbukti efektif karena komunikasi antarremaja berjalan lebih terbuka, jujur, dan setara. Melalui cara ini, pesan moral dan edukatif dapat tersampaikan lebih alami dan mudah diterima.
Selain mengedukasi teman sebaya, para Peer Educator juga dibekali kemampuan untuk menjadi motor perubahan sosial. Mereka diharapkan dapat mengedukasi remaja lainnya tentang bahaya judi online, kenakalan remaja, dan perkawinan anak.
“Remaja adalah agen strategis untuk meningkatkan kesadaran sosial. Tantangan zaman sekarang luar biasa, maka pembinaan harus dilakukan sejak dini agar mereka siap menghadapi masa depan dengan karakter yang kuat,” tambah Zayadi.
Baca Juga: Cirebon Jadi Kota Wakaf Pertama, Kemenag Dorong Ekonomi Umat Mandiri dan Berdaya
Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar Kemenag dalam membangun generasi Qur’ani yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Para peserta juga memperoleh pelatihan kepemimpinan, komunikasi publik, dan penguatan karakter, sehingga mampu menjadi panutan di lingkungan sekolah maupun madrasah.
“Pembinaan remaja adalah langkah awal membangun keluarga yang kuat, sehat, dan berdaya. Semua dimulai dari kesiapan generasi muda, baik secara spiritual, emosional, maupun sosial,” lanjutnya.
Kemenag berharap program Peer Educator dapat menciptakan ekosistem remaja yang saling menguatkan, mendorong perilaku positif, dan menanamkan nilai-nilai keluarga sakinah sejak dini.
Baca Juga: CPNS 2026 Buka Peluang Lebar! Jurusan Ini Bakal Diistimewakan, Fresh Graduate Jadi Prioritas!
“Kami ingin melahirkan generasi muda yang tangguh dan berkarakter, yang kelak akan menjadi pilar utama Indonesia Emas 2045,” tutup Zudi.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen Kemenag dalam mengawal remaja Indonesia agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara moral, cerdas secara digital, dan siap membangun keluarga sakinah di masa yang akan datang.***