Berita
Rahman Abdullah

Ruang Digital Lebih Sehat, Komdigi Perketat Pengawasan Iklan Rokok untuk Generasi Muda

Ruang Digital Lebih Sehat, Komdigi Perketat Pengawasan Iklan Rokok untuk Generasi Muda

28 April 2026 | 12:45

Keboncinta.com-- Kebijakan pembatasan iklan rokok yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis dalam melindungi anak dan remaja dari pengaruh promosi produk tembakau, terutama di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.

Seiring meningkatnya penggunaan internet dan media sosial di kalangan generasi muda, paparan iklan rokok menjadi semakin sulit dikendalikan.

Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memperkuat regulasi sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap konten promosi, khususnya di platform digital yang mudah diakses oleh anak-anak.

Baca Juga: Dua Penerbangan Haji Terganggu! Ratusan Jemaah Tertahan, Ini Penjelasan Resmi Kemenhaj

Pembatasan tersebut tidak hanya berfokus pada pengurangan jumlah iklan, tetapi juga pada pengendalian cara penyajian konten yang selama ini kerap menampilkan citra menarik dan dikaitkan dengan gaya hidup tertentu.

Hal ini dianggap berpotensi memengaruhi persepsi remaja dan mendorong munculnya perilaku merokok sejak usia dini.

Sejumlah organisasi kesehatan dan pemerhati anak menilai kebijakan ini sebagai langkah penting untuk menekan angka perokok pemula.

Dengan mengurangi eksposur terhadap iklan rokok, diharapkan anak dan remaja tidak mudah terpengaruh untuk mencoba produk tembakau.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penyerapan Hasil Panen, HKTI Sebut Petani Kini Tak Lagi Kesulitan Jual Produk

Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan sehat. Ruang digital yang bersih dari promosi rokok diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang generasi muda secara lebih optimal, baik dari sisi kesehatan maupun perilaku.

Namun demikian, implementasi kebijakan ini masih menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Beragamnya platform digital serta perkembangan teknologi membuat pengawasan menjadi tidak mudah.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, penyedia platform digital, serta masyarakat untuk memastikan kebijakan berjalan efektif.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penyerapan Hasil Panen, HKTI Sebut Petani Kini Tak Lagi Kesulitan Jual Produk

Apresiasi terhadap langkah Komdigi menunjukkan adanya dukungan luas terhadap upaya perlindungan kesehatan generasi muda.

Kebijakan ini diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menekan jumlah perokok di Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat sejak dini.***

Tags:
berita nasional Komdigi

Komentar Pengguna