Pendidikan
Rahman Abdullah

SNPMB Temukan Kecurangan UTBK 2026, Peserta Langsung Didiskualifikasi

SNPMB Temukan Kecurangan UTBK 2026, Peserta Langsung Didiskualifikasi

22 April 2026 | 10:16

Keboncinta.com-- Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 langsung diwarnai temuan pelanggaran.

Baru memasuki hari pertama, panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) sudah mengidentifikasi sejumlah upaya kecurangan yang dilakukan peserta.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa terdapat dua pola utama kecurangan yang berhasil dideteksi, yakni praktik joki dan penggunaan perangkat digital ilegal yang terhubung dengan jaringan luar.

Baca Juga: Rekrutmen 35 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 Dibuka, Cek Formasi, Jadwal, dan Peluang Karier di BUMN

Modus pertama adalah penggantian peserta ujian. Dalam praktik ini, seseorang mencoba mengikuti ujian menggunakan identitas orang lain. Cara ini dikenal luas sebagai praktik joki dan termasuk pelanggaran berat dalam seleksi nasional.

Sementara itu, modus kedua dinilai lebih canggih. Panitia menemukan indikasi penggunaan alat bantu berbasis teknologi yang diduga terkoneksi secara daring untuk membantu peserta menjawab soal secara langsung selama ujian berlangsung.

Kasus awal terdeteksi di salah satu lokasi ujian di wilayah Sulawesi Barat. Menanggapi temuan tersebut, panitia langsung mengambil tindakan tegas dengan mendiskualifikasi peserta yang terbukti melakukan pelanggaran.

Baca Juga: Jangan Salah Strategi! Begini Cara Tingkatkan Peluang Lolos ASN 2026

SNPMB menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kecurangan. Sistem pengawasan tidak hanya dilakukan saat ujian berlangsung, tetapi juga sejak tahap pendaftaran. Panitia memantau perubahan data mencurigakan, termasuk perbedaan foto dan identitas peserta.

Dalam pelaksanaannya, setiap ruang ujian dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis. Salah satunya adalah penggunaan metal detector untuk memastikan peserta tidak membawa perangkat terlarang ke dalam ruangan.

Penguatan pengawasan ini juga didasarkan pada evaluasi tahun sebelumnya, di mana pelanggaran kerap terjadi pada peserta yang memilih program studi dengan tingkat persaingan tinggi, seperti kedokteran.

Baca Juga: Krisis Guru Mengintai, Pemerintah Tegaskan Pentingnya Pertahankan Guru Honorer di Sekolah

Panitia memastikan bahwa setiap pelanggaran yang terbukti tidak hanya berujung pada diskualifikasi, tetapi juga dapat dilaporkan ke perguruan tinggi terkait sebagai bentuk sanksi lanjutan.

Dengan penerapan sistem pengawasan yang semakin ketat, penyelenggara berharap UTBK SNBT 2026 dapat berlangsung lebih jujur, transparan, dan berintegritas tinggi, sehingga memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta.***

Tags:
pendidikan Utbk Ujian masuk PTN

Komentar Pengguna