Tiga Model Sekolah di Pemerintahan Prabowo: Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Biasa

Tiga Model Sekolah di Pemerintahan Prabowo: Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Biasa

06 Juli 2025 | 12:18

keboncinta.com-Sebelumnya, kita hanya mengenal model pendidikan formal yang umum dijalani oleh anak-anak Indonesia, yaitu sekolah konvensional; sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas atau kejuruan (SMA/SMK). Sekolah-sekolah ini tersebar di seluruh wilayah dan menjadi tempat belajar utama bagi mayoritas anak bangsa.

Namun, di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, hadir inovasi baru di bidang pendidikan. Pemerintah memperkenalkan dua model sekolah tambahan yang dirancang untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat: Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda.

Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan inklusif yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025, dan dikelola oleh Kementerian Sosial, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sekolah ini akan melayani peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, khususnya mereka yang termasuk dalam kategori desil 1 dan 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yaitu kelompok masyarakat yang paling rentan secara ekonomi.

Sekolah Rakyat menggunakan model pendidikan berasrama dan seluruh biaya pendidikan, makan, dan kebutuhan pokok siswa ditanggung penuh oleh negara.

Kurikulum disusun berdasarkan capaian individu, menyesuaikan kemampuan dan kecepatan belajar masing-masing peserta didik. Tujuan utama dari sekolah ini adalah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang menyeluruh dan mendalam.

Sekolah Unggulan Garuda

Berbeda dari Sekolah Rakyat, SMA Unggulan Garuda ditujukan bagi siswa yang memiliki kecerdasan dan potensi akademik di atas rata-rata. Sekolah ini dirancang untuk mencetak generasi unggul yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kelas dunia.

Program ini lahir dari Inpres Nomor 7 Tahun 2025 tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan, SMA Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran, dan dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi (Kemdikti Saintek).

SMA Unggulan Garuda menerapkan sistem berasrama, dengan kurikulum bertaraf internasional dan fasilitas pembelajaran modern.

 Pemerintah menargetkan pembangunan 40 Sekolah Unggulan Garuda hingga tahun 2029, dengan beberapa sekolah percontohan telah direncanakan di Ibu Kota Nusantara (IKN), NTT, Papua Tengah, dan beberapa wilayah lainnya.

Sekolah ini diharapkan menjadi pusat pembinaan bagi anak-anak bangsa yang berpotensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan, inovator, dan pemikir kelas dunia.

Sekolah Biasa Tetap Jadi Pilar Utama

Meskipun ada dua inovasi pendidikan tersebut, sekolah biasa atau sekolah konvensional tetap menjadi pilar utama sistem pendidikan nasional. Sekolah-sekolah ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama pemerintah daerah, dan terus diperkuat dari sisi sarana, kurikulum, serta kualitas pengajaran.

Sekolah biasa memberikan akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari seluruh latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya. Fungsi utamanya adalah menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak.***

Tags:
pendidikan sekolah garuda sekolah rakyat

Komentar Pengguna