JAKARTA — Kabar baik datang bagi dosen dan tenaga kependidikan Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister maupun Doktor.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Sumber Daya mengumumkan pembukaan SEARCA Full MS/PhD Scholarship untuk Tahun Akademik 2027/2028.
Beasiswa tersebut dikelola oleh Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture atau SEARCA.
Program ditujukan bagi warga negara Indonesia, khususnya dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi, yang ingin melanjutkan studi di bidang pertanian maupun bidang lain yang masih berkaitan.
Topik penelitian yang diajukan peserta harus sejalan dengan misi SEARCA dalam mendorong pembangunan pertanian dan perdesaan di kawasan Asia Tenggara.
Menariknya, peserta tidak hanya dapat memilih perguruan tinggi di Indonesia.
Terdapat sejumlah kampus mitra di kawasan Asia Tenggara yang dapat menjadi tujuan studi.
Di Indonesia, calon penerima dapat memilih IPB University, Universitas Brawijaya atau Universitas Gadjah Mada.
Sementara pilihan di luar negeri mencakup Kasetsart University di Thailand, Universiti Putra Malaysia serta University of the Philippines Los Baños di Filipina.
Dengan pilihan tersebut, peserta mempunyai kesempatan memperoleh pengalaman akademik lintas negara sekaligus mengembangkan jaringan internasional.
Namun terdapat sejumlah persyaratan penting yang harus diperhatikan.
Untuk program Magister, usia pelamar maksimal 40 tahun ketika mendaftar.
Sedangkan peserta program Doktor maksimal berusia 45 tahun.
Kemampuan Bahasa Inggris juga menjadi persyaratan utama.
Pelamar harus memiliki skor IELTS minimal 6.0 atau TOEFL iBT minimal 75.
Selain memenuhi persyaratan akademik, calon penerima juga harus menyiapkan rencana penelitian yang relevan dengan pembangunan pertanian serta wilayah perdesaan.
Bidang penelitian diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap tantangan pertanian di kawasan, termasuk ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, keberlanjutan lingkungan maupun penguatan masyarakat perdesaan.
Ada hal penting yang harus diperhatikan mengenai mekanisme pendaftaran untuk pelamar Indonesia.
Berdasarkan pembaruan yang diumumkan Direktorat Sumber Daya Kemdiktisaintek pada 1 Oktober 2026, calon peserta terlebih dahulu harus mengirimkan berkas lamaran kepada Kemdiktisaintek.
Dokumen dikirim melalui email resmi dengan subjek APLIKASI SEARCA_NAMA PELAMAR.
Batas pengiriman berkas untuk tahapan Indonesia adalah 30 Oktober 2026.
Setelah seluruh dokumen diterima, Kemdiktisaintek akan melaksanakan proses pra-seleksi nasional.
Peserta yang lolos dari tahap tersebut akan memperoleh endorsement atau rekomendasi resmi untuk melanjutkan proses seleksi SEARCA.
Kemdiktisaintek dijadwalkan menyelesaikan proses endorsement kandidat paling lambat 30 November 2026.
Hanya peserta yang lolos pra-seleksi dan mendapatkan endorsement yang kemudian diundang mengikuti proses aplikasi melalui sistem beasiswa SEARCA.
Karena proses seleksinya cukup panjang, peserta disarankan mulai menyiapkan dokumen jauh sebelum tanggal penutupan.
Persiapan kemampuan Bahasa Inggris juga menjadi hal penting karena skor IELTS maupun TOEFL menjadi salah satu persyaratan utama.
SEARCA sendiri telah menjalankan program beasiswa pendidikan pascasarjana selama puluhan tahun.
Program ini berfokus pada pembentukan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap perkembangan pertanian, pangan, lingkungan dan pembangunan perdesaan di kawasan Asia Tenggara.
Bagi dosen dan tenaga kependidikan yang ingin melanjutkan pendidikan S2 atau S3 sekaligus memperluas pengalaman akademik internasional, pembukaan SEARCA Full Scholarship 2027/2028 menjadi salah satu kesempatan yang patut diperhatikan.
Calon pelamar memiliki waktu sampai akhir Oktober untuk menyiapkan seluruh persyaratan sebelum mengikuti proses pra-seleksi nasional.