Berita
Hilmi An Naufal

Kemdiktisaintek Libatkan Kampus, Dosen dan Mahasiswa untuk Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional

Kemdiktisaintek Libatkan Kampus, Dosen dan Mahasiswa untuk Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional

02 Oktober 2026 | 19:19

JAKARTA — Perguruan tinggi akan mendapatkan peran lebih besar dalam pengelolaan lahan gambut dan mangrove di Indonesia.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyiapkan keterlibatan kampus serta laboratorium perguruan tinggi untuk mendukung rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam Workshop Pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta.

Keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting karena pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, penelitian, data serta teknologi yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Kemdiktisaintek menyiapkan dukungan melalui kapasitas laboratorium, kegiatan riset serta sumber daya manusia yang tersedia di berbagai perguruan tinggi.

Tidak hanya dosen dan peneliti, mahasiswa juga berpotensi dilibatkan dalam berbagai kegiatan sesuai kebutuhan program.

Keterlibatan mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam menghubungkan proses pendidikan di kampus dengan persoalan nyata yang terjadi di masyarakat dan lingkungan.

Kemdiktisaintek mencatat terdapat sejumlah perguruan tinggi dan laboratorium di enam provinsi yang telah memiliki pengalaman serta kapasitas terkait ekosistem lahan gambut.

Kemampuan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu kajian, penelitian dan pengembangan pengetahuan yang dibutuhkan dalam pengelolaan gambut serta mangrove.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa perguruan tinggi siap mendukung pengelolaan tersebut melalui sumber daya yang dimiliki.

Kampus memiliki laboratorium, dosen, peneliti dan mahasiswa yang dapat bekerja berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dinilai penting karena kondisi lahan gambut dan mangrove tidak selalu sama antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Data lokal dibutuhkan agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya bersifat umum tetapi juga sesuai karakter ekosistem di setiap wilayah.

Selain kegiatan penelitian, perguruan tinggi juga dapat berperan dalam pengembangan teknologi, penyediaan sumber daya manusia dan penyusunan kajian ilmiah.

Hasil penelitian kampus nantinya diharapkan dapat memberikan dasar yang lebih kuat dalam menentukan kebijakan maupun tindakan di lapangan.

Kemdiktisaintek akan melanjutkan koordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk memetakan bentuk dukungan masing-masing perguruan tinggi.

Pemetaan tersebut diperlukan agar kemampuan kampus dapat dipertemukan langsung dengan kebutuhan pemerintah dalam menjaga ekosistem gambut dan mangrove.

Keterlibatan perguruan tinggi juga sejalan dengan gagasan Kampus Berdampak yang mendorong ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti dalam jurnal, ruang laboratorium maupun ruang kuliah.

Penelitian dan inovasi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam menyelesaikan persoalan nasional.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam program lingkungan berskala nasional juga dapat membuka ruang pembelajaran yang lebih luas.

Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman melakukan penelitian lapangan, bekerja bersama masyarakat serta memahami secara langsung persoalan lingkungan yang selama ini banyak dipelajari secara akademik.

Ekosistem gambut dan mangrove mempunyai peran penting dalam menjaga lingkungan, menyimpan karbon serta menjadi habitat berbagai jenis makhluk hidup.

Karena itu, pengelolaannya membutuhkan kerja sama antara pemerintah, akademisi dan berbagai pihak lainnya.

Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan membuat kebijakan pengelolaan gambut dan mangrove semakin kuat karena didukung data, riset dan keahlian ilmiah.

Kolaborasi tersebut juga menunjukkan bahwa kampus memiliki peran strategis tidak hanya dalam menghasilkan lulusan, tetapi juga dalam membantu menjawab persoalan lingkungan dan pembangunan nasional.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna