Keboncinta.com-- Beberapa tahun lalu, penipuan biasanya dilakukan lewat telepon atau pesan singkat yang mudah dikenali. Kini, modusnya jauh lebih beragam dan semakin meyakinkan. Ada yang mengaku sebagai kurir, petugas bank, admin marketplace, bahkan keluarga yang sedang membutuhkan bantuan. Tidak sedikit masyarakat yang kehilangan uang hanya karena menekan satu tautan atau memberikan kode OTP kepada orang yang tidak dikenal. Ironisnya, sebagian besar korban bukan karena kurang cerdas, melainkan karena belum pernah mendapatkan edukasi yang memadai tentang scam online. Fenomena ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk menghadirkan program KKN yang sederhana, tetapi sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Selama ini, program KKN sering identik dengan penyuluhan kesehatan, mengajar anak-anak, atau kegiatan kebersihan lingkungan. Semua itu tentu tetap penting. Namun, perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru yang juga perlu mendapat perhatian. Semakin banyak layanan berpindah ke ranah digital, semakin tinggi pula risiko masyarakat menjadi sasaran penipuan daring. Sayangnya, literasi keamanan digital masih belum merata, terutama di daerah yang baru aktif memanfaatkan layanan perbankan digital atau belanja melalui marketplace. Inilah sebabnya edukasi mengenai scam online layak menjadi salah satu agenda pengabdian yang memiliki manfaat jangka panjang.
Program ini tidak harus disusun secara rumit. Mahasiswa dapat mengadakan diskusi interaktif dengan memperlihatkan contoh pesan penipuan yang sering beredar, mengenalkan ciri-ciri tautan berbahaya, menjelaskan pentingnya menjaga data pribadi, hingga mengajarkan langkah sederhana untuk memverifikasi informasi sebelum mengambil keputusan. Pendekatan yang menggunakan simulasi atau studi kasus dari kehidupan sehari-hari biasanya lebih mudah dipahami dibandingkan penyampaian materi yang terlalu teoritis. Bahkan, peserta dapat diajak langsung mempraktikkan cara mengaktifkan verifikasi dua langkah atau mengenali akun palsu di media sosial. Pengetahuan kecil seperti ini sering kali menjadi perlindungan pertama dari kerugian yang nilainya tidak sedikit.
Keberhasilan sebuah program KKN tidak selalu diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Kadang, satu sesi edukasi yang mampu mencegah seseorang menjadi korban penipuan memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang dibayangkan. Mengajarkan masyarakat agar lebih waspada di ruang digital berarti membantu mereka menjaga hasil kerja keras, melindungi data pribadi, sekaligus membangun kepercayaan dalam memanfaatkan teknologi.