Berita
Hilmi An Naufal

Calon Komcad ASN Gelombang II Masuki Seleksi, Latsarmil Digelar Akhir Agustus

Calon Komcad ASN Gelombang II Masuki Seleksi, Latsarmil Digelar Akhir Agustus

24 Agustus 2026 | 06:42

JAKARTA, Keboncinta.com – Calon Komponen Cadangan Aparatur Sipil Negara atau Komcad ASN kementerian dan lembaga Gelombang II Tahun Anggaran 2026 memasuki tahapan seleksi lanjutan menjelang pelaksanaan Latihan Dasar Militer pada akhir Agustus.

Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema memimpin apel pemberangkatan calon peserta di Brigif 1 Pasgat Jakarta pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Apel tersebut menjadi kelanjutan dari proses rekrutmen yang telah dilaksanakan sebelumnya. Dengan demikian, kegiatan ini bukan pengumuman pendaftaran baru yang dapat diikuti secara langsung oleh seluruh ASN.

Peserta yang telah memenuhi persyaratan awal masih harus mengikuti seleksi lanjutan. Tahapannya meliputi pemeriksaan mental ideologi, psikologi, dan kesamaptaan atau kondisi kebugaran fisik.

Pendidikan Dilaksanakan di Lima Satuan

Kementerian Pertahanan menyatakan pendidikan dan pelatihan calon Komcad ASN Gelombang II akan diselenggarakan di lima satuan pendidikan yang telah ditunjuk.

Setelah menyelesaikan tahapan seleksi, peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan akan mengikuti Latihan Dasar Militer atau Latsarmil. Pembukaan pelatihan tersebut direncanakan berlangsung pada akhir Agustus 2026.

Informasi resmi terbaru belum mencantumkan tanggal pembukaan yang definitif, jumlah peserta yang dinyatakan lolos, maupun rincian pembagian peserta pada masing-masing satuan pendidikan.

Sebelumnya, pejabat Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa Gelombang II dipersiapkan dengan kuota sekitar 2.000 peserta dan direncanakan dimulai pada 27 Agustus 2026. Namun, informasi yang dipublikasikan Kemhan pada 16 Agustus hanya menyebut akhir Agustus tanpa menegaskan kembali tanggal dan jumlah final.

Karena itu, angka 2.000 sebaiknya dipahami sebagai kuota atau rencana awal, bukan jumlah peserta yang telah dipastikan lulus. Penetapan peserta tetap bergantung pada hasil seluruh tahapan seleksi.

Komcad Bukan Wajib Militer

Kementerian Pertahanan menegaskan Komponen Cadangan bukan program wajib militer. Keikutsertaan merupakan kegiatan sukarela berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Komcad disiapkan untuk memperbesar dan memperkuat TNI sebagai komponen utama ketika negara membutuhkan mobilisasi untuk kepentingan pertahanan.

Setelah menjalani pendidikan dan ditetapkan, anggota Komcad kembali menjalankan profesinya sebagai warga sipil. Dalam konteks peserta ASN, mereka kembali melaksanakan pekerjaan di kementerian atau lembaga masing-masing ketika berada pada masa tidak aktif.

Komcad juga tidak dapat bergerak atau menjalankan operasi secara mandiri. Mobilisasi hanya dapat dinyatakan oleh Presiden dengan persetujuan DPR dan pelaksanaannya berada dalam komando serta kendali TNI.

Penjelasan tersebut penting agar masyarakat tidak menganggap pembentukan Komcad ASN otomatis mengubah seluruh pesertanya menjadi prajurit aktif atau memberikan kewenangan militer dalam pekerjaan sipil sehari-hari.

Kemhan Tekankan Disiplin dan Profesionalisme

Gabriel Lema menyampaikan bahwa pembentukan Komcad ASN menjadi bagian dari sinergi kementerian dan lembaga dalam mendukung sistem pertahanan semesta.

Peserta diminta mengikuti setiap tahapan dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan tetap menjaga semangat selama proses seleksi maupun pendidikan.

Kemhan berharap lulusan Gelombang II dapat memperkuat karakter bela negara, nasionalisme, serta profesionalisme di lingkungan ASN. Nilai kedisiplinan yang diperoleh selama pelatihan juga diharapkan mendukung kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Meski demikian, hasil tersebut belum dapat dinilai karena rangkaian seleksi dan pendidikan masih berjalan. Evaluasi diperlukan setelah peserta menyelesaikan pelatihan dan kembali ke instansi masing-masing.

Pengaturan Tugas Perlu Dikoordinasikan Instansi

Pelaksanaan seleksi dan pendidikan dalam jangka waktu tertentu membuat instansi asal perlu mengatur pembagian pekerjaan agar pelayanan tidak terganggu selama pegawai mengikuti program.

Publikasi terbaru Kemhan belum menjelaskan secara terperinci durasi pendidikan Gelombang II, pengaturan status kedinasan selama pelatihan, ataupun mekanisme penggantian tugas peserta di instansi asal.

Informasi tersebut kemungkinan disampaikan melalui surat penugasan atau ketentuan internal masing-masing kementerian dan lembaga. Peserta perlu mengikuti dokumen resmi dan arahan bagian kepegawaian, bukan hanya informasi yang beredar melalui media sosial.

Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap tautan pendaftaran atau permintaan pembayaran yang mengatasnamakan Komcad ASN Gelombang II. Tahapan yang diumumkan pada Agustus merupakan kelanjutan rekrutmen peserta yang telah berlangsung, bukan pendaftaran umum baru.

Menjelang pembukaan Latsarmil, informasi yang perlu ditunggu adalah jumlah peserta yang lolos, tanggal resmi dimulainya pendidikan, lokasi lima satuan pelaksana, serta durasi kegiatan.

Sampai rincian tersebut diterbitkan, pemberitaan perlu membedakan antara rencana awal, peserta yang mengikuti seleksi, dan ASN yang nantinya benar-benar dinyatakan lulus serta ditetapkan sebagai anggota Komcad.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna