Berita
Hilmi An Naufal

KORPRI Targetkan Sejuta Vaksin HPV untuk ASN dan Keluarga, DKI Mulai dengan 275 Peserta

KORPRI Targetkan Sejuta Vaksin HPV untuk ASN dan Keluarga, DKI Mulai dengan 275 Peserta

24 Agustus 2026 | 06:57

JAKARTA, KEBONCINTA.COM – Korps Pegawai Republik Indonesia atau KORPRI menjalankan Program Sejuta Vaksin Human Papillomavirus (HPV) yang ditujukan bagi aparatur sipil negara dan keluarganya. Program tersebut akan diperluas secara bertahap ke berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu tahap pelaksanaannya digelar di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Selasa, 18 Agustus 2026. Sebanyak 275 peserta yang telah melakukan pendaftaran daring mengikuti kegiatan vaksinasi di Balai Kota DKI Jakarta.

Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan perlindungan kesehatan perlu menjadi bagian dari peningkatan kesejahteraan ASN.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi KORPRI, Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta sejumlah pihak yang bergerak dalam pencegahan kanker serviks.

Target satu juta peserta merupakan sasaran nasional program. Angka itu bukan jumlah penerima yang sudah mendapatkan vaksin hingga Agustus 2026. Pelaksanaannya masih dilakukan bertahap dan bergantung pada kesiapan setiap daerah.

Pemprov DKI Menjadi Salah Satu Lokasi Pelaksanaan

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto menyampaikan bahwa Pemprov DKI mendukung keberlanjutan program tersebut agar semakin banyak ASN dan anggota keluarganya memperoleh akses vaksinasi HPV.

Pelaksanaan dengan 275 peserta di Balai Kota bukan kegiatan pertama yang melibatkan ASN DKI. Sebelumnya, sejumlah pegawai juga mengikuti vaksinasi melalui kerja sama KORPRI DKI dengan Kantor Regional V BKN di Ciracas.

KORPRI berencana memperluas jangkauan program ke daerah lain. Namun, keterangan resmi BKN belum memuat daftar provinsi dan kabupaten/kota yang menjadi lokasi berikutnya.

Belum dijelaskan pula jadwal nasional, kuota setiap instansi, kelompok usia, jenis vaksin, jumlah dosis, persyaratan kesehatan, maupun mekanisme pendaftaran di luar Pemprov DKI Jakarta.

Karena itu, ASN tidak perlu mendaftar melalui tautan yang beredar apabila belum diumumkan oleh KORPRI, BKN, pemerintah daerah, atau fasilitas kesehatan resmi.

Tidak Otomatis Diterima Seluruh ASN

Program Sejuta Vaksin HPV tidak boleh langsung diartikan sebagai pemberian vaksin otomatis kepada seluruh ASN dan anggota keluarganya.

Setiap calon peserta tetap perlu mengikuti ketentuan medis dan administrasi yang ditetapkan penyelenggara. Kelayakan vaksinasi dapat dipengaruhi usia, riwayat kesehatan, kondisi tertentu, serta hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.

Keterangan resmi yang diterbitkan BKN juga belum menjelaskan apakah seluruh biaya vaksin akan ditanggung program atau terdapat komponen yang perlu dibayar peserta. ASN sebaiknya menunggu pemberitahuan resmi dari instansi masing-masing.

Jika program telah tersedia, peserta dianjurkan mengonfirmasi jenis vaksin, jadwal dosis, lokasi pelayanan, dokumen yang dibutuhkan, serta prosedur apabila jadwal vaksinasi terlewat.

Vaksinasi Membantu Menekan Risiko Kanker Serviks

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan bahwa infeksi persisten dari tipe HPV tertentu dapat menyebabkan kanker serviks. Vaksinasi HPV membantu melindungi tubuh dari tipe virus berisiko tinggi sehingga dapat menurunkan risiko berkembangnya penyakit tersebut.

Meski demikian, vaksin HPV bukan jaminan seseorang sepenuhnya terbebas dari kanker serviks. Vaksin juga tidak menggantikan pemeriksaan atau skrining yang dianjurkan berdasarkan usia dan kondisi kesehatan.

Upaya pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh melalui vaksinasi, skrining, deteksi dini, serta penanganan medis apabila ditemukan kelainan.

Peserta yang sedang menjalani pengobatan, memiliki riwayat alergi berat, sedang hamil, atau mempunyai kondisi kesehatan tertentu perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.

Waspadai Pendaftaran dan Penipuan

Besarnya target nasional dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk membuat formulir pendaftaran palsu. ASN dan keluarga diminta tidak menyerahkan NIK, foto KTP, kartu keluarga, data kesehatan, maupun informasi rekening melalui tautan yang tidak dapat diverifikasi.

Pendaftaran resmi seharusnya diumumkan oleh pengurus KORPRI, instansi pemerintah, BKD atau BKPSDM, dinas kesehatan, maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang ditunjuk.

Peserta juga tidak perlu mempercayai pihak yang mengaku dapat menjamin kuota dengan meminta transfer biaya ke rekening pribadi.

Keberhasilan Program Sejuta Vaksin HPV nantinya tidak hanya diukur dari jumlah pendaftar. Pemerataan akses, ketepatan sasaran, keamanan pelayanan, keberlanjutan dosis, dan perlindungan data kesehatan peserta juga harus menjadi perhatian utama.

 

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna