Berita
Rahman Abdullah

Jemaah Haji RI Tak Perlu Khawatir, 3 Juta Paket Makanan Sudah Disiapkan

Jemaah Haji RI Tak Perlu Khawatir, 3 Juta Paket Makanan Sudah Disiapkan

21 Mei 2026 | 18:01

Keboncinta.com-- Menjelang fase paling padat dalam pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah memperkuat kesiapan logistik konsumsi untuk memastikan kenyamanan jemaah Indonesia tetap terjaga.

Sebanyak lebih dari tiga juta paket makanan siap santap (ready to eat/RTE) telah dipersiapkan guna memenuhi kebutuhan konsumsi selama masa puncak ibadah. Langkah ini dilakukan agar jemaah dapat lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah tanpa terganggu persoalan logistik makanan.

Kesiapan tersebut disampaikan oleh Jaenal Effendi, yang memastikan proses distribusi makanan akan dilakukan secara terukur dan terorganisasi demi mendukung kelancaran ibadah para jemaah.

Baca Juga: 16.138 ASN Baru Dilantik, Menag Minta Ubah Gaya Hidup 'Kemenag Beda dengan Instansi Lain'

Lebih dari 3 Juta Paket untuk Fase Paling Padat Haji

Menurut Jaenal, total kebutuhan konsumsi selama fase Armuzna diperkirakan mencapai 3.082.200 paket makanan siap santap. Jumlah tersebut dibagi dalam dua pola distribusi utama.

Kategori pertama diperuntukkan bagi fase inti Armuzna pada 8 hingga 12 Zulhijjah, dengan total 1.849.680 paket. Produksinya dilakukan melalui kerja sama syarikah di Arab Saudi bersama sejumlah perusahaan penyedia makanan, termasuk PT Halalan Thayyiban dan Family Food.

Sementara kategori kedua mencakup 1.232.520 paket, yang dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi pada 7, 8, dan 13 Zulhijjah. Paket ini diproduksi oleh industri makanan Indonesia yang bekerja sama dengan mitra lokal di Arab Saudi.

Pemerintah menyebut percepatan logistik pangan ini juga menjadi langkah antisipasi terhadap tantangan global, termasuk fluktuasi harga bahan pangan akibat kondisi geopolitik internasional.

Baca Juga: Mau Karier ASN Kemenag Melejit? Menag Nasaruddin Umar Bongkar Rahasia ‘ISTIQAMAH’

Menu Khas Indonesia, Langsung Siap Santap

Tak hanya fokus pada jumlah, pemerintah juga menyesuaikan pilihan menu dengan selera jemaah asal Indonesia agar tetap nyaman selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

Beberapa menu yang disiapkan di antaranya gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.

Makanan ini dibuat praktis karena dapat langsung dikonsumsi tanpa proses pemanasan, sehingga memudahkan jemaah di tengah mobilitas tinggi saat berpindah dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina.

Kehadiran cita rasa Nusantara diharapkan mampu membantu menjaga kondisi fisik sekaligus memberikan kenyamanan psikologis bagi jemaah di tengah cuaca panas dan jadwal ibadah yang padat.

Baca Juga: Sudah Bisa Dipesan! Ini Jadwal dan Fasilitas Mewah Riyadh Air untuk Rute Riyadh–London

Sudah Teruji dan Aman Dikonsumsi

Pemerintah memastikan seluruh makanan siap santap tersebut telah lolos uji laboratorium dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Selain itu, produk makanan juga memiliki masa simpan hingga 18 bulan, sehingga dinilai aman dari sisi kualitas maupun distribusi.

Fase Armuzna sendiri dikenal sebagai salah satu tahap paling menguras tenaga dalam ibadah haji karena tingginya mobilitas jemaah dalam waktu singkat.

Melalui penyediaan makanan siap santap ini, pemerintah berharap kebutuhan konsumsi jemaah Indonesia tetap terpenuhi sehingga mereka dapat beribadah dengan lebih nyaman, fokus, dan tanpa hambatan logistik.***

Tags:
berita nasional Jemaah haji indonesia haji

Komentar Pengguna