Keboncinta.com-- Pemerintah mulai mematangkan rencana menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027.
Kebijakan ini tengah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan bahasa asing siswa sejak usia dini.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membekali generasi muda menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif. Selain pembaruan kurikulum, pemerintah juga memberi perhatian besar pada kesiapan tenaga pengajar agar pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD dapat berjalan optimal di seluruh daerah.
Baca Juga: PNS dan PPPK Wajib Kuasai AI? BKN Mulai Siapkan Transformasi Besar ASN 2026
Bahasa Inggris Tak Lagi Sekadar Muatan Lokal
Selama ini, pelajaran Bahasa Inggris di banyak sekolah dasar masih berstatus sebagai muatan lokal atau kegiatan tambahan. Penerapannya pun belum merata. Ada sekolah yang hanya mengajarkannya sekali dalam seminggu, sementara sebagian lainnya masih terkendala keterbatasan guru.
Namun, pola tersebut dipastikan akan berubah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa mulai tahun ajaran 2027, Bahasa Inggris akan resmi menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian Program Revitalisasi Pendidikan di SMKN 1 Sikur, Lombok Timur. Pemerintah menilai kemampuan bahasa asing kini menjadi kebutuhan penting di tengah cepatnya perkembangan dunia pendidikan dan dunia kerja global.
Baca Juga: Jabatan ASN Daerah Tak Lagi Asal Isi? BKN Siapkan Sistem Baru Berbasis Kompetensi
Guru SD Akan Dapat Pelatihan Intensif
Meski kebijakan ini telah dipersiapkan, pemerintah menyadari belum semua sekolah dasar di Indonesia memiliki kondisi yang sama. Kesenjangan fasilitas pendidikan serta keterbatasan guru dengan latar belakang Bahasa Inggris menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
Karena itu, sebelum kebijakan diberlakukan secara nasional, Kemendikdasmen fokus menyusun strategi penguatan kompetensi guru melalui program pelatihan intensif Bahasa Inggris untuk guru SD.
Pelatihan ini bertujuan agar guru yang sudah ada dapat siap mengampu mata pelajaran baru tersebut tanpa menghambat proses belajar mengajar di sekolah.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan berbagai skema agar implementasi Bahasa Inggris wajib di SD dapat berjalan efektif dan merata di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Nilai TKA 2026 Banyak yang Sempurna, Pemerintah Justru Kaji Materi Baru
Siapkan Siswa Lebih Kompetitif Sejak Dini
Pemerintah berharap kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD bukan hanya menjadi perubahan kurikulum biasa, tetapi juga momentum peningkatan kualitas pendidikan dasar nasional.
Melalui peningkatan kompetensi guru dan pemerataan pembelajaran di berbagai daerah, siswa diharapkan memiliki kemampuan bahasa asing yang lebih baik, percaya diri, dan siap bersaing di tingkat global sejak usia dini.***