Keboncinta.com-- Fenomena sulit berkonsentrasi, mudah lupa, hingga cepat lelah secara mental kini semakin sering dialami generasi muda.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru di bidang kesehatan kognitif mengenai brain rot, istilah yang digunakan untuk menggambarkan penurunan fungsi mental akibat paparan konten digital berlebihan.
Kebiasaan menonton video singkat tanpa henti, scrolling media sosial selama berjam-jam, hingga konsumsi informasi serba cepat disebut dapat memengaruhi cara kerja otak. Akibatnya, kemampuan fokus, mengingat, hingga berpikir mendalam perlahan ikut terganggu.
Baca Juga: Huawei Qurban di 10 Kota, Menag: Teknologi Tak Boleh Lepas dari Nilai Kemanusiaan!
Kasus Gangguan Kognitif pada Anak Muda Meningkat
Sebuah penelitian dari Yale University pada 2025 menunjukkan peningkatan signifikan gangguan kognitif pada kelompok usia muda, khususnya 18–34 tahun.
Dalam satu dekade terakhir, jumlah orang dewasa muda yang mengalami masalah fungsi kognitif meningkat hampir dua kali lipat, dari sekitar 5 persen menjadi mendekati 10 persen.
Gangguan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan penurunan daya ingat, tetapi juga kesulitan berkonsentrasi, kemampuan memecahkan masalah, hingga meningkatnya kecemasan.
Istilah brain rot sendiri menggambarkan kondisi kelelahan mental akibat otak terus menerima stimulasi cepat dari konten digital, tetapi minim proses refleksi atau pemikiran mendalam.
Baca Juga: Kabar Lega untuk Jemaah Haji! Paspor Rusak Tetap Dikembalikan Meski Sudah Tak Berlaku
Mengapa Media Sosial Bisa Memengaruhi Otak?
Paparan media sosial dalam durasi panjang dipercaya dapat mengurangi rentang perhatian (attention span) dan meningkatkan tekanan psikologis.
Kebiasaan berpindah cepat dari satu video atau informasi ke konten lain membuat otak terbiasa menerima stimulasi instan. Dalam jangka panjang, pola ini dapat menurunkan kemampuan fokus dan produktivitas.
Karena itu, sejumlah ahli menyarankan penggunaan media sosial dibatasi sekitar 1 hingga 1,5 jam per hari guna menjaga fungsi otak tetap optimal.
Baca Juga: Bukan Sekadar Qurban! Menag Bongkar Makna Idul Adha: Protein untuk Bangun Generasi Bermutu
Cara Mencegah Brain Rot pada Generasi Muda
Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini bukan berarti tidak bisa dicegah. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan otak:
1. Kurangi Waktu Bermain Media Sosial
Mengurangi kebiasaan scrolling berlebihan dapat membantu otak memiliki waktu untuk beristirahat dan memproses informasi secara lebih sehat.
2. Habiskan Waktu di Alam Terbuka
Berada di ruang hijau seperti taman atau area pepohonan dipercaya mampu membantu meningkatkan fokus, mengurangi stres, dan memperbaiki suasana hati.
3. Biasakan Membaca Buku
Menurut Daniel Schacter dari Harvard University, membaca dapat melatih fokus lebih panjang sekaligus merangsang area otak yang berkaitan dengan bahasa dan pemikiran kompleks.
4. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik ringan hingga olahraga aerobik dapat membantu merangsang produksi dopamin, zat kimia otak yang berperan penting dalam motivasi, suasana hati, dan kemampuan belajar.
5. Jaga Pola Makan Seimbang
Mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayuran dipercaya membantu menjaga fungsi otak sekaligus mengurangi peradangan dalam tubuh.
Baca Juga: Paspor Haji Basah, Robek atau Rusak? Ini Pengganti yang Disiapkan KJRI untuk Jemaah Indonesia
Kesehatan Otak Jadi Tantangan Baru di Era Digital
Di tengah derasnya arus informasi digital, menjaga kesehatan otak menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi generasi muda.
Kebiasaan kecil sehari-hari ternyata memiliki peran besar dalam melindungi konsentrasi, daya ingat, dan kesehatan mental agar tetap optimal di tengah paparan teknologi yang semakin masif.***