Keboncinta.com-- Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pembaruan kurikulum maupun peningkatan kompetensi guru. Pemerintah juga terus memperkuat budaya literasi dengan memastikan peserta didik memiliki akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas.
Langkah tersebut diwujudkan melalui program distribusi jutaan buku bacaan bermutu ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026.
Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses membaca, mengurangi kesenjangan literasi antarwilayah, serta mendukung terciptanya generasi yang gemar membaca dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga: Resmi! Universitas Pertamina Buka Beasiswa KIP Kuliah 2026, Bebas SPI, SPP hingga Dapat Biaya Hidup
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi memulai pengiriman sebanyak 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu ke berbagai sekolah di Indonesia. Pelepasan distribusi dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, di Kudus, Jawa Tengah, pada 31 Juli 2026.
Program ini bukan sekadar penyaluran buku, tetapi menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperluas pemerataan akses literasi sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh daerah.
Melalui program ini, Kemendikdasmen mengusung tiga strategi utama dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
Strategi tersebut meliputi:
Menumbuhkan kebiasaan membaca melalui peningkatan keterlibatan peserta didik terhadap buku (book engagement).
Meningkatkan kemampuan membaca secara bertahap sesuai perkembangan peserta didik.
Menjamin tersedianya koleksi bacaan yang berkualitas dan relevan di perpustakaan sekolah.
Ketiga strategi tersebut diharapkan mampu membangun budaya membaca yang lebih kuat sejak jenjang pendidikan dasar.
Program distribusi buku tahun 2026 memiliki cakupan yang sangat luas.
Kemendikdasmen menargetkan:
18.444 Sekolah Dasar (SD) sebagai penerima bantuan.
6.165 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Menjangkau 510 kabupaten/kota di 38 provinsi.
Untuk jenjang SD, pemerintah menyalurkan sekitar 3.688.800 eksemplar buku, dengan masing-masing sekolah menerima sekitar 200 buku yang terdiri atas 100 judul.
Sementara itu, untuk jenjang SMP disiapkan 1.849.500 eksemplar, di mana setiap sekolah memperoleh 300 buku dengan 100 judul berbeda.
Keseluruhan program tersebut didukung anggaran sekitar Rp40,66 miliar.
Penentuan sekolah penerima dilakukan menggunakan pendekatan berbasis data agar bantuan benar-benar diberikan kepada sekolah yang membutuhkan.
Prioritas diberikan kepada satuan pendidikan yang berdasarkan hasil Asesmen Nasional 2025 masih memiliki capaian literasi di bawah standar kompetensi minimum serta sekolah yang belum pernah memperoleh bantuan buku pada program sebelumnya.
Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih optimal terhadap peningkatan kemampuan membaca peserta didik.
Program bantuan buku bacaan bermutu telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Kajian Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025 menunjukkan bahwa sekolah yang menerima bantuan koleksi bacaan mengalami peningkatan kemampuan literasi peserta didik dibandingkan sekolah yang belum memperoleh intervensi serupa.
Temuan tersebut memperkuat keyakinan bahwa penyediaan bahan bacaan berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa.
Distribusi tahun 2026 menambah panjang daftar upaya pemerintah dalam memperkuat literasi nasional.
Secara kumulatif, hingga tahun 2026 pemerintah telah menyalurkan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan bermutu ke berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses bacaan yang lebih merata bagi seluruh peserta didik.
Program distribusi lebih dari 5,5 juta buku bacaan bermutu menjadi salah satu langkah strategis Kemendikdasmen dalam memperkuat budaya literasi di sekolah. Melalui pemerataan akses terhadap bahan bacaan berkualitas, pemerintah berharap kemampuan membaca peserta didik terus meningkat sekaligus memperkecil kesenjangan literasi antarwilayah.
Dengan dukungan sekolah, guru, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini serta melahirkan generasi yang memiliki kemampuan literasi kuat sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.***