Keboncinta.com-- Kegiatan literasi merupakan salah satu kebiasaan positif yang perlu dibangun di lingkungan sekolah. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, kegiatan literasi yang paling sering dilakukan adalah membaca teks sebelum materi dimulai. Guru dan siswa meluangkan waktu sekitar 10–15 menit untuk membaca bersama sebagai bentuk pembiasaan sekaligus persiapan sebelum memasuki inti pembelajaran.
Membaca teks sebelum pembelajaran bukan sekadar mengisi waktu, melainkan menjadi langkah awal agar siswa lebih siap menerima materi. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengenal jenis teks yang akan dipelajari sehingga mereka memiliki gambaran mengenai isi, struktur, maupun tujuan teks tersebut. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami karena siswa telah memiliki pengetahuan awal.
Selain itu, kegiatan membaca juga membantu siswa memperoleh berbagai informasi dari teks yang dibaca. Mereka belajar menemukan ide pokok, memahami isi bacaan, mengenal kosakata baru, serta melatih kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang diperoleh. Semakin sering siswa membaca, semakin baik pula kemampuan literasi yang dimilikinya.
Setelah kegiatan membaca selesai, guru dapat memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan isi teks. Tujuannya adalah untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap bacaan yang telah mereka pelajari. Melalui diskusi sederhana ini, guru dapat mengetahui bagian mana yang sudah dipahami siswa dan bagian mana yang masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Kebiasaan literasi sebelum pembelajaran juga dapat meningkatkan konsentrasi siswa. Mereka menjadi lebih fokus saat mengikuti pelajaran karena pikiran telah diarahkan pada materi yang akan dipelajari. Di samping itu, kegiatan ini dapat menumbuhkan minat baca, membiasakan siswa berpikir aktif, serta menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif di dalam kelas.
Oleh karena itu, kegiatan literasi membaca sebelum pembelajaran sebaiknya terus dibiasakan di sekolah. Waktu yang dibutuhkan tidaklah lama, cukup sekitar 10–15 menit pada awal pembelajaran. Meskipun singkat, kebiasaan ini memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan kemampuan membaca, memahami informasi, dan mempersiapkan siswa agar lebih siap mengikuti proses pembelajaran Bahasa Indonesia.