Pendidikan
Hilmi An Naufal

Nathan Thomas Jadi Profesor Pria Termuda Dunia, Mengajar Teknik pada Usia 18 Tahun

Nathan Thomas Jadi Profesor Pria Termuda Dunia, Mengajar Teknik pada Usia 18 Tahun

06 Agustus 2026 | 06:25

MIAMI — Nathan Thomas mencatatkan prestasi luar biasa dalam dunia pendidikan setelah dinobatkan sebagai profesor pria termuda oleh Guinness World Records.

Pria asal Amerika Serikat tersebut mulai mengajar di Miami Dade College ketika usianya baru 18 tahun 346 hari. Rekor itu diverifikasi pada 21 Agustus 2023 di Miami, Florida, dan baru kembali menjadi sorotan setelah kisah lengkapnya dipublikasikan Guinness World Records pada Juli 2026.

Pada usia ketika sebagian besar anak muda baru memulai perkuliahan, Nathan justru berdiri di depan kelas untuk mengajarkan pemrograman dan komputasi kepada mahasiswa teknik yang banyak di antaranya hampir sebaya dengannya.

Mengajar pemrograman untuk mahasiswa teknik

Nathan dipercaya mengajar mata kuliah COP 2270: C for Engineers di Miami Dade College pada Agustus 2023.

Mata kuliah tersebut mengenalkan bahasa pemrograman C dan konsep komputasi yang digunakan dalam bidang teknik. Nathan harus menjelaskan materi teknis, membimbing latihan, dan membantu mahasiswa memahami cara menyelesaikan masalah menggunakan pendekatan pemrograman.

Perbedaan usia yang sangat tipis dengan para mahasiswa tidak membuat proses belajar menjadi masalah. Nathan memandang ruang kuliah sebagai tempat semua orang datang dengan tujuan yang sama, yaitu memperoleh pengetahuan.

Ia memilih memusatkan perhatian pada kualitas penjelasan dan perkembangan mahasiswa, bukan pada usianya sebagai pengajar.

Memecahkan rekor berusia lebih dari tiga abad

Sebelum Nathan, gelar profesor pria termuda pernah dipegang matematikawan Skotlandia Colin Maclaurin.

Maclaurin memperoleh posisi profesor matematika pada usia 19 tahun pada awal abad ke-18. Rekor tersebut bertahan selama sekitar 306 tahun sebelum akhirnya dilampaui Nathan.

Guinness World Records mencatat Nathan lahir pada 9 September 2004. Ketika rekornya diverifikasi, ia berusia 18 tahun dan 346 hari.

Guinness memisahkan kategori profesor termuda berdasarkan jenis kelamin. Rekor profesor perempuan termuda tercatat atas nama Alia Sabur, yang menerima posisi akademik di Konkuk University, Korea Selatan, ketika berusia 18 tahun 362 hari.

Dengan demikian, usia Nathan ketika mulai mengajar tercatat 16 hari lebih muda dibandingkan usia Alia saat memperoleh pengakuan tersebut. Namun, gelar resmi yang dicantumkan Guinness untuk Nathan adalah profesor pria termuda.

Mulai kuliah sejak usia 10 tahun

Perjalanan akademik Nathan berlangsung jauh lebih cepat daripada jalur pendidikan pada umumnya.

Ia mulai mengikuti program kuliah ganda atau dual enrollment di Miami Dade College ketika berusia 10 tahun. Program tersebut memungkinkan pelajar mengambil mata kuliah perguruan tinggi sebelum menyelesaikan pendidikan sekolahnya.

Nathan kemudian memperoleh gelar associate pada usia 14 tahun. Pada umur yang sama, ia melanjutkan pendidikan di Florida International University untuk mendalami teknik elektro.

Kecepatan tersebut tidak hanya menghasilkan gelar pada usia muda. Nathan juga menunjukkan capaian akademik yang membuatnya memperoleh pengakuan dari kampus.

Lulus sarjana teknik elektro pada usia 16 tahun

Florida International University mencatat Nathan menyelesaikan pendidikan sarjana teknik elektro ketika berusia 16 tahun.

Ia dinobatkan sebagai mahasiswa sarjana berprestasi atau Outstanding Undergraduate in Electrical Engineering pada semester musim semi 2021. Saat itu, minat akademiknya mencakup fisika terapan, kecerdasan buatan, pemrograman data berukuran besar, dan visualisasi data.

Nathan juga terlibat sebagai asisten pembelajaran pada mata kuliah ekonomi teknik. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan awal baginya untuk membantu mahasiswa lain memahami materi.

Setelah meraih gelar sarjana, ia melanjutkan program magister teknik elektro. Guinness mencatat Nathan berhasil memperoleh gelar magister pada usia 18 tahun.

Bekal akademik dan pengalaman membantu pembelajaran tersebut kemudian membawanya kembali ke Miami Dade College sebagai pengajar.

Kecintaan pada matematika tumbuh sejak kecil

Nathan berasal dari keluarga yang dekat dengan dunia teknik. Ketertarikannya terhadap matematika dan ilmu pengetahuan mulai terlihat sejak usia dini.

Menurut kisah yang diterbitkan Guinness, kemampuan akademiknya sudah menonjol ketika ia memperoleh nilai sempurna dalam tes kesiapan taman kanak-kanak.

Ia juga menyebut peran ibunya sangat penting dalam membentuk cara berpikirnya. Sang ibu mampu menjelaskan persoalan rumit menjadi lebih sederhana, sebuah pendekatan yang kemudian diterapkan Nathan ketika mengajar.

Kemampuan menyederhanakan konsep menjadi hal penting dalam pendidikan teknik. Pengajar tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu menjelaskannya dalam bahasa yang dapat dipahami mahasiswa.

Menikmati momen ketika mahasiswa mulai memahami materi

Bagi Nathan, kepuasan terbesar sebagai pengajar bukan terletak pada kemampuannya menyelesaikan soal sulit seorang diri.

Ia justru menikmati saat melihat mahasiswa akhirnya memahami konsep yang sebelumnya dianggap membingungkan. Menurutnya, mengajar juga memaksa seorang pengajar memahami materi pada tingkat yang lebih mendalam.

Proses menjawab pertanyaan mahasiswa, mencari contoh, dan menjelaskan konsep dengan beberapa pendekatan membuat pengajar ikut belajar.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan belajar di perguruan tinggi tidak selalu berjalan satu arah. Dosen menyampaikan materi, tetapi pertanyaan dan kesulitan mahasiswa juga dapat mendorong dosen memperbaiki cara mengajar.

Tetap berusaha menjalani kehidupan seperti anak muda lain

Walaupun memiliki perjalanan pendidikan yang tidak biasa, Nathan tidak ingin seluruh kehidupannya hanya dinilai berdasarkan usia dan prestasi akademik.

Guinness menggambarkannya sebagai pemuda yang tetap menikmati olahraga dan musik ketika tidak sedang belajar atau mengajar.

Menempuh pendidikan dengan cepat juga tidak berarti seluruh prosesnya selalu mudah. Nathan tetap harus menjalani tuntutan akademik, mempersiapkan materi perkuliahan, serta menghadapi tanggung jawab sebagai pengajar.

Perbedaannya adalah ia menjalankan seluruh tanggung jawab tersebut pada usia yang jauh lebih muda dibandingkan sebagian besar dosen perguruan tinggi.

Kini menempuh pendidikan hukum

Setelah menyelesaikan pendidikan teknik, Nathan melanjutkan studinya di University of Miami School of Law.

Ia menempuh program Juris Doctor dan menargetkan menyelesaikan pendidikan hukum pada 2028.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna