Keboncinta.com-- Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa penyusunan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah dilakukan secara matang, terukur, dan berbasis kajian akademik.
Penegasan ini disampaikan untuk menjawab kekhawatiran sebagian pihak terkait tingkat kesulitan soal serta kecukupan waktu pengerjaan bagi peserta didik.
Dalam proses penyusunannya, setiap butir soal TKA tidak dibuat secara sembarangan. Pemerintah memastikan bahwa soal-soal tersebut telah melalui serangkaian analisis mendalam, mulai dari pengujian tingkat kesulitan, validitas materi, hingga kesesuaiannya dengan kurikulum yang berlaku.
Dengan tahapan tersebut, TKA diharapkan benar-benar mampu menjadi instrumen asesmen yang objektif dan mencerminkan capaian belajar siswa secara proporsional.
Baca Juga: Berikut ini Rahasia Lolos Sekolah Kedinasan: Peran Penting Ekstrakurikuler Siswa
Selain fokus pada kualitas substansi soal, aspek durasi pengerjaan juga menjadi perhatian penting.
Pemerintah melakukan evaluasi waktu ujian dengan mempertimbangkan kompleksitas soal, karakteristik perkembangan kognitif siswa SD dan SMP, serta hasil uji coba asesmen yang telah dilakukan sebelumnya.
Dari hasil kajian tersebut, waktu yang disediakan dinilai cukup untuk memberi ruang bagi siswa memahami soal dengan baik dan menyelesaikannya tanpa tekanan berlebihan.
TKA dirancang bukan sekadar untuk menguji kemampuan menghafal materi pelajaran. Asesmen ini lebih menitikberatkan pada penguasaan konsep, kemampuan literasi dan numerasi, serta keterampilan berpikir kritis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan mampu menganalisis persoalan dan menemukan solusi secara logis, bukan hanya memilih jawaban berdasarkan ingatan semata.
Baca Juga: Beasiswa Garuda 2026 Dibuka, Seleksi Jurusan Kini Mengacu Peringkat QS Subject Terbaik Dunia
Pemerintah juga menekankan bahwa kualitas teknis penyusunan soal merupakan faktor krusial dalam menjaga kredibilitas asesmen nasional.
Oleh karena itu, pengembangan TKA melibatkan para pakar pendidikan, akademisi, serta tenaga profesional yang berpengalaman di bidang evaluasi pembelajaran.
Kolaborasi ini bertujuan memastikan setiap soal memenuhi standar mutu yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun praktis.
Kebijakan penerapan TKA sendiri menjadi bagian dari transformasi sistem penilaian pendidikan nasional yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Hasil asesmen ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang akurat mengenai capaian pembelajaran siswa, sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan peningkatan mutu pendidikan di masa mendatang.
Dengan jaminan kesesuaian tingkat kesulitan soal dan kecukupan waktu pengerjaan, pelaksanaan TKA untuk siswa SD dan SMP diharapkan berlangsung lebih efektif, adil, dan transparan.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan sistem evaluasi pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh, bukan sekadar pada hasil akhir ujian.***