Tak Hanya Nilai Akademik, Ini Peran Ekstrakurikuler dalam Lolos Sekolah Kedinasan

Tak Hanya Nilai Akademik, Ini Peran Ekstrakurikuler dalam Lolos Sekolah Kedinasan

16 Februari 2026 | 11:12

Keboncinta.com-- Masuk ke sekolah kedinasan masih menjadi impian banyak lulusan SMA dan SMK di Indonesia. Daya tariknya jelas: pendidikan tinggi tanpa biaya kuliah sekaligus peluang besar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil setelah lulus.

Namun, di balik ketatnya persaingan, calon pendaftar perlu memahami bahwa kesiapan akademik saja belum tentu cukup untuk memenangkan seleksi.

Proses penerimaan sekolah kedinasan memang didominasi oleh ujian akademik seperti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Meski demikian, panitia seleksi juga menaruh perhatian pada rekam jejak non-akademik peserta. Keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler kerap dipandang sebagai cerminan karakter, kedisiplinan, serta potensi kepemimpinan yang relevan dengan dunia kedinasan.

Baca Juga: Beasiswa Garuda 2026 Dibuka, Seleksi Jurusan Kini Mengacu Peringkat QS Subject Terbaik Dunia

Pengalaman di luar kelas dapat menunjukkan kemampuan bekerja dalam tim, mengelola tanggung jawab, hingga beradaptasi dalam tekanan.

Nilai-nilai ini sejalan dengan karakter aparatur negara yang dituntut profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

Tak heran jika riwayat organisasi atau prestasi lomba sering kali menjadi nilai tambah dalam seleksi.

Hal tersebut tercermin dalam jalur Pola Pembibitan Sekolah Kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan, di mana pengalaman organisasi, kepemimpinan, serta prestasi non-akademik dapat memperkuat penilaian peserta.

Kegiatan seperti kepramukaan, OSIS, hingga paskibraka dikenal mampu membentuk disiplin tinggi dan rasa tanggung jawab yang kuat.

Baca Juga: Madrasah Goes Abroad Cetak 132 LoA, Bukti Siswa Madrasah Mampu Bersaing di Kampus Dunia

Selain itu, keterlibatan dalam kompetisi ilmiah seperti riset atau olimpiade sains juga memberi kesan positif karena menunjukkan daya pikir kritis dan kemampuan analisis.

Di sisi lain, kegiatan seni, debat, olahraga, maupun relawan sosial turut memperkaya profil peserta dengan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, ketahanan fisik, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Semua pengalaman tersebut akan lebih bernilai jika didukung bukti konkret, seperti sertifikat prestasi, piagam keikutsertaan, atau surat rekomendasi dari pembina kegiatan.

Dokumen ini dapat dilampirkan sebagai portofolio non-akademik yang memperkuat lamaran ke sekolah kedinasan.

Bagi panitia seleksi, portofolio tersebut sering dianggap sebagai indikator karakter dan kesiapan calon taruna atau taruni di luar nilai rapor dan hasil tes.

Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Bagi-Bagi Diskon Transportasi hingga 100% Hingga Bantuan Pangan untuk 35 Juta Keluarga!

Dengan persiapan yang seimbang antara akademik dan pengalaman ekstrakurikuler, calon pendaftar memiliki peluang lebih besar untuk tampil menonjol di tengah persaingan nasional.

Apalagi, seluruh proses seleksi sekolah kedinasan kini terintegrasi secara nasional melalui portal SSCASN, sehingga transparansi dan objektivitas penilaian semakin diperkuat.***

Tags:
pendidikan CPNS beasiswa Kuliah

Komentar Pengguna