Keboncinta.com-- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026.
Salah satu perubahan yang tengah dipertimbangkan adalah penambahan mata pelajaran pada jenjang SD dan SMP guna memperkuat pengukuran kompetensi akademik siswa.
Langkah evaluasi ini muncul setelah pelaksanaan TKA perdana menerima beragam masukan dari berbagai daerah. Pemerintah menilai sejumlah aspek masih perlu disempurnakan agar sistem asesmen berjalan lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan nasional.
Baca Juga: Resmi! Hilal Zulhijah Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Hari Arafah dan Idul Adha 2026 pada Tanggal Ini
IPA Berpotensi Masuk TKA SD, SMP Bisa Tambah Bahasa Inggris
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengkaji kemungkinan penambahan mata pelajaran di beberapa jenjang pendidikan.
Untuk tingkat SD/MI sederajat, pemerintah mempertimbangkan memasukkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ke dalam materi ujian TKA. Saat ini, siswa SD hanya mengikuti tes pada dua bidang studi, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika.
Sementara itu, pada tingkat SMP/MTs sederajat, evaluasi mengarah pada penambahan IPA serta penguatan Bahasa Inggris. Saat ini, TKA SMP masih mencakup tiga mata pelajaran utama yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.
Penambahan tersebut dinilai dapat membantu memetakan kemampuan akademik siswa secara lebih luas sekaligus menyesuaikan kebutuhan kompetensi pendidikan masa depan.
Durasi Ujian TKA Jadi Sorotan Daerah
Selain pembahasan soal tambahan mata pelajaran, pelaksanaan TKA juga mendapat kritik terkait durasi ujian yang dinilai terlalu panjang.
Banyak daerah melaporkan bahwa sistem pelaksanaan dalam empat gelombang selama dua pekan dianggap cukup melelahkan bagi sekolah maupun peserta didik. Skema tersebut juga dinilai menyita waktu dan membutuhkan kesiapan teknis yang lebih kompleks.
Sebagai respons atas masukan tersebut, Kemendikdasmen kini tengah menyiapkan format pelaksanaan baru dengan dua gelombang per jenjang pendidikan agar lebih sederhana, efisien, dan mudah dijalankan sekolah.
Pemerintah Fokus Perkuat Sistem Asesmen Pendidikan
Di samping penyederhanaan jadwal, pemerintah juga terus meningkatkan kesiapan infrastruktur pendidikan agar pelaksanaan TKA berjalan lebih optimal di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui evaluasi besar ini, TKA diharapkan tidak hanya menjadi alat ukur akademik semata, tetapi juga mampu memberikan gambaran kompetensi siswa secara lebih komprehensif dan objektif sebagai dasar pengembangan pendidikan ke depan.***